Tinjauan hukum pidana Islam terhadap putusan no.35/Pid.Sus/2015/PN.Ngw tentang tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rohmah, Uvi Fatur (2017) Tinjauan hukum pidana Islam terhadap putusan no.35/Pid.Sus/2015/PN.Ngw tentang tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (170kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (110kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (387kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (444kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (236kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (331kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (234kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “Tinjauan Hukum Pidana Islam Terhadap Putusan No. 35/ Pid.Sus/2015/ PN.Ngw Tentang Tindak Pidana Membujuk Anak Untuk Melakukan Persetubuhan. Adalah hasil penelitian pustaka untuk menjawab pertanyaan tentang, 1) Bagaimana pertimbangan hakim terhadap putusan No. 35/Pid.sus/2015/Pn.Ngw. tentang tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan. 2) Bagaimana analisis hukum pidana islam terhadap pertimbangan hakim pada putusan No. 35/Pid.sus/2015/Pn.Ngw tentang tindak pidana membujuk anak. Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Setelah data terkumpul, data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif analisis dan dengan pola fikir deduktif untuk memperoleh kesimpulan yang khusus dan dianalisis menurut hukum pidana Islam. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan Hakim terhadap putusan No. 35/Pid.Sus/2015/PN.Ngw. tentang tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan berlandaskan KUHP Pasal 1 ayat (2) yakni Hakim memberikan sanksi yang lebih menguntungkan bagi terdakwa sesuai dengan UU No. 23 tahun 2002, terdakwa dikenai sanksi penjara 3 tahun dan denda Rp. 60.000.000. Hakim juga menggunakan asas legalitas dalam putusannya yaitu tiada hukuman sebelum adanya ketentuan terlebih dahulu. Dimana undang-undang yang telah diperbaharui diberlakukan setelah pidana itu dilakukan oleh terdakwa dan masih dalam proses persidangan, dengan demikian diberlakukanlah undang-undang yang lama bagi terdakwa. Sedangkan dalam hukum pidana Islam pertimbangan Hakim dalam memutuskan pada putusan No.35/Pid.Sus/2015/PN.Ngw dengan pemberian sanksi yang lebih menguntungkan bagi terdakwa sesuai dengan teori dalam hukum pidana Islam karena tujuan pemberian sanksi yang lebih diutamakan adalah untuk kemaslahatan umat.
Menyarankan kepada pihak aparat penegak hukum, terutama para hakim agar menegakkan hukum dengan adil terhadap pelaku kejahatan dengan mempertimbangkan berbagai aspek sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan juga diharapkan bisa mempertimbangkan lagi baiknya memberikan sanksi yang menguntungkan bagi terdakwa

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rohmah, Uvi Faturuvifaturrohmah2@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Pidana Positif
Perilaku
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Rohmah Uvi Fatur
Date Deposited: 28 Apr 2017 07:55
Last Modified: 28 Apr 2017 07:55
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/16363

Actions (login required)

View Item View Item