Pernikahan dini dalam al Quran: studi kasus Alvin Faiz dan Larissa Chou

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Azriani, Alfin Nuri (2017) Pernikahan dini dalam al Quran: studi kasus Alvin Faiz dan Larissa Chou. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (311kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (302kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (824kB) | Preview

Abstract

Pernikahan dini merupakan istilah yang disematkan pada seseorang yang menikah sebelum pada waktunya. Sebenarnya hal ini merupakan hal yang wajar di zaman nenek moyang dahulu. Namun dengan semakin berkembangnya globalisasi, pernikahan dini berkembang menjadi persoalan yang tabu. Alquran menyebutkan usia menikah adalah apabila seseorang telah mencapai usia dewasa (baligh) secara fisik/biologis dengan ditandai mimpi basah atau mesntruasi, dan apabila telah mampu mengatur hartanya sendiri. Beberapa mufassir juga menambahkan matangnya seseorang dalam hal spiritual/keagamaan. Terkait pernikahan dini, ada beberapa ayat yang menyebutkan adanya kebolehan menikah di usia sebelum baligh. Walaupun tidak secara jelas membolehkan, namun dalam ayat ini mengindikasikan adanya kebolehan menikah sebelum usia baligh. 1. Surat Al Thalaq ayat 3 yang menjelaskan masa 'iddah anak-anak yang belum haidh. Ini artinya anak-anak tersebut telah menikah, karena 'iddah terjadi karena adanya perceraian. Sedangkan perceraian berlaku untuk orang yang sudah menikah. 2. Surat Al Nisa' ayat menjelaskan bagaimana seseorang harus berlaku adil pada anak yatim yang dinikahi. Sebagaimana dalam hadis, bahwa anak yatim adalah anak yang ditinggal mati ayahnya dalam keadaan belum baligh. dalam ayat selanjutnya juga dijelaskan bahwa anak yatim adalah yang belum mencapai usia baligh, serta belum bisa mengelola harta dengan baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Azriani, Alfin Nuriazryanee@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Nikah
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keywords: Pernikahan dini
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Azriani Alfin Nuri
Date Deposited: 12 May 2017 06:54
Last Modified: 18 Sep 2017 05:02
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/16891

Actions (login required)

View Item View Item