Analisis hukum pidana Islam terhadap pelaku tindak pidana memudahkan dilakukan pencabulan: studi putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 138/Pid.Sus/2016/Pn.Bwi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anugriyani, Lail (2017) Analisis hukum pidana Islam terhadap pelaku tindak pidana memudahkan dilakukan pencabulan: studi putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 138/Pid.Sus/2016/Pn.Bwi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (458kB) | Preview
[img] Text
Abstrak.pdf

Download (150kB)
[img] Text
Daftar Isi.pdf

Download (157kB)
[img] Text
Bab 1.pdf

Download (465kB)
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (551kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (384kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (156kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang bejudul “Analisis Hukum Pidana Islam Terhadap Pelaku Tindak Pidana Memudahkan dilakukannya Perbuatan cabul (Analisis putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 138/Pid.Sus/2016/PN.Bwi)”. adalah hasil penelitian pustaka untuk menjawab pertanyaan tentang, 1) Bagaimana dasar pertimbangan hakim terhadap tindak pidana memudahkan dilakukannya perbuatan cabul (analisis putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 138/Pid.Sus/2016/PN.bwi). 2) Bagaimana tinjauan hukum Pidana Islam terhadap tindak pidana memudahkan dilakukannya perbuatan cabul (Analisis putusan Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 138/Pid.Sus/2016/PN.Bwi).
Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Setelah semua data terkumpul, data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif analisis dan dengan pola pikir deduktif untuk memperoleh kesimpulan yang khusus dan dianalisis menurut hukum pidana Islam.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan Hakim terhadapa putusan Nomor 138/Pid.Sus/2016/PN.Bwi tentang tindak pidana memudahkan dilakukannya perbuatan cabul berdasarkan pasal 296 KUHP yakni hakim memberikan hukuman dengan penjatuhan dakwaan alternatif, dengan hukuman 4 bulan penjara, dalam kenyataan terdakwa melakukan perekrutan atas 3 perempuan yang bekerja sebagai joki minum dan juga dijadikan pelayan bagi tamu yang ingin berhubungan badan dan dilakukan dikamar rumah milik terdakwa, pada kenyataan terdapat Undang-Undang Khusus yaitu UU No.21 Tahun 2007 tentang pemberantasan tindak perdagangan orang yang lebih khusus untuk di jadikan pedoman hakim. Sedangkan dalam hukum pidana Islam pertimbangan hukum hakim dalam memutuskan putusan No.138/Pid.Sus/2016/PN.Bwi dengan memberikan sanksi yang lebih menguntungkan bagi terdakwa sesuai dengan teori hukum Pidana Islam Karena tujuan pemberian sanksi yang lebih diutamakan adalah untuk kemaslahatan umat. Menyarankan kepada pihak aparat penegak hukum, terutama para hakim agar menegakkan hukum dengan adil terhadap pelaku kejahatan dengan mempertimbangkan berbagai aspek-aspek sesuai dengan nilai-nilai keadilan dan juga diharapkan bisa mempertimbangkan lagi dalam memutuskan suatu perkara dan memberikan sanksi kepada terdakwa agar tidak menguntungkan atau meringankan bagi terdakwa.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anugriyani, Laillailanugriyani@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Perzinaan
Keywords: HUkum Pidana Islam; Tindak Pidana; Pencabulan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Anugriyani Lail
Date Deposited: 07 Aug 2017 05:44
Last Modified: 07 Aug 2017 05:44
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/18481

Actions (login required)

View Item View Item