Analisis sadd al-dhari’ah dan undang-undang no.8 tahun 1999 terhadap jual beli kosmetik bekas secara online di Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rahmania, Masita Dian (2017) Analisis sadd al-dhari’ah dan undang-undang no.8 tahun 1999 terhadap jual beli kosmetik bekas secara online di Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (455kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (280kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (290kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (439kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (610kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (444kB) | Preview
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (184kB)
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (300kB) | Preview

Abstract

Dalam penulisan skripsi ini penulis mengambil judul “ Analisis Sadd Al-Dhari’ah dan Undang-undang No.8 Tahun 1999 terhadap Jual Beli Kosmetik Bekas Secara Online di Surabaya”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana praktik jual beli kosmetik bekas Secara Online di Surabaya ? Bagaimana analisis Sadd al-Dhari’ah dan Undang-Undang No.8 Tahun 1999 terhadap Jual Beli Kosmetik Bekas Secara Online di Surabaya ? Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik wawancara (interview) yang kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif dalam menjabarkan data tentang Analisis Sadd Al-Dhari’ah dan Undang-undang No.8 Tahun 1999. Selanjutnya data tersebut dianalisis dari perspektif Sadd Al-Dhari’ah dan Undang-undang No.8 Tahun 1999 dengan teknik kualitatif dalam pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, praktik jual beli kosmetik bekas di Surabaya yang dilakukan melalui Instagram ini dimana penjual memposting produk yang akan dijualnya dengan memberikan keterangan produk dan disertai dengan harga. Namun terkadang penjual jarang membersihkan kosmetik yang akan dijualnya juga terdapat kerugian yang dialami pembeli yaitu keterangan di caption instagram berbeda saat barang tersebut sudah berada di tangan pembeli. Kemudian kedua, Praktik jual beli kosmetik bekas yang telah dianalisis ini menurutsadd al-dhari‘ah tidak diperbolehkan begitu juga menurut Hukum Islam. Karena dalam hal ini, pembeli merasa dirugikan karena tidak mendapat jaminan kebersihan juga keterangan produk yang berbeda, walaupun pihak penjual telah menerangkan bahwa kosmetik yang dijual adalah kosmetik bekas. Selain itu juga dalam Undang-Undang UUPK praktik ini tidak memenuhi pasal 7 dimana penjual tidak memberikan jaminan kebersihan dan tidak jujur memberikan keterangan produknya.Dari kesimpulan di atas, saran yang diberikan yaitu pertama Hendaknya penjual menjual kosmetik yang baru dan aman untuk dikonsumsi masyarakat agar masyarakat tidak mengalami kerugian. Kedua Hendaknya masyarakat hanya membeli kosmetik yang baru yang tentunya aman dan halal untuk dikonsumsi dengan memperhatikan kemanan dan kebersihan produknya. Memberikan penyuluhan mengenai Undang-Undang Perlindungan Konsumen terhadap masyarakat terutama para pelaku ekonomi dan hendaknya ada pengawasan ketat dari pemerintah dalam aktivitas jual beli agar sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rahmania, Masita Dianmasitarahmania@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli > Jual Beli
Keywords: Sadd; al Dhariah; jual beli; kosmetik bekas
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: rahmania Masita dian
Date Deposited: 08 Aug 2017 07:44
Last Modified: 08 Aug 2017 07:44
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/18628

Actions (login required)

View Item View Item