Makna Al Kursi dalam Al Quran: analisa teori penafsiran Abu Hayyan al Andalusi dan Rasyid Ridha atas Surat al Baqarah Ayat 255

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arifin, Moch. (2017) Makna Al Kursi dalam Al Quran: analisa teori penafsiran Abu Hayyan al Andalusi dan Rasyid Ridha atas Surat al Baqarah Ayat 255. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Moch. Arifin_E0321305 ok.pdf

Download (7MB)

Abstract

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah tentang teori dan penafsiran yang digunakan oleh Abu Hayyan al-Andalusi dalam tafsirnya al-Bahr al-Muhit dan Rasyid Ridha dalam tafsirnya al-Manar dalam menafsirkan lafaz al-Kursi yang terdapat dalam surat al-Baqarah ayat 255. Dalam menjawab permasalahan tersebut, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif kemudian, menggunakan metode penelitian library research (penelitian perpustakaan). Sumber data primer yang digunakan berasal dari kitab tafsir al-Bahr al-Muhit dan tafsir alManar serta data sekunder yang berasal dari buku Kaidah-kaidah Penafsiran Al-qur’an karya Abd. Rahman Dahlan, Al-itqan fi Ulum Al-qur’an karya Imam Suyuti dan buku tentang semantik yang relevan dengan penelitian ini. Selanjutnya analisis datanya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif yakni penelitian berupaya untuk mendeskripsikan yang saat ini berlaku. Di dalamnya terdapat upaya endeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan kondisi yang yang saat ini terjadi. Maka, setelah menerangkan tentang penafsiran dan teori yang digunakan oleh Abu Hayyan al-Andalusi dan Rasyid Ridho, selanjutnya menganalisis isinya. Data yang ditemukan bahwa maksud dari al-Kursi adalah Jism yang besar yang dapat memuat langit dan bumi, menurut Abu Hayyan, sedangkan menurut Rasyid Ridha al-Kursi adalah ilmu Allah. Perbedaan dalam penafsiran tersebut karena perbedaan teori yang digunakan kedua mufassir tersebut. Abu Hayyan menggunakan menggunakan fungsi sunnah bagi tafsir al-Qur’an yaitu bayan al-Tafsir atau Bayan al-Ma’ani. Sedangkan Rasyid Ridha menggunakan munasabah dalam menafsirkan makna al-Kursi dengan Munasabah antara kalimat dan kalimat dalam satu surat. Sedangkan penggunaan semantik bagi kedua tokoh ini juga melahirkan makna yang berbeda. Melalui pendekatan semantik, keduanya mengambil makna dasar yang sama yakni karasa. Namun Abu Hayyan mengartikannya dengan mengokohkan yakni tempat duduk, sedangkan Rasyid Ridha mengartikannya dengan pengetahuan. Terlihat dalam penafsirannya, Rasyid Ridha juga mengumpakan kata karasa yang berarti laki-laki yang banyak ilmunya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arifin, Moch.Arifinaljawi@yahoo.comE0321305
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSyarif, MuhammadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Keywords: Ayat Kursi; Tafsir Quran
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Arifin Moch
Date Deposited: 18 Aug 2017 08:52
Last Modified: 04 Jan 2024 03:16
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/19746

Actions (login required)

View Item View Item