TERAPI REALITAS DENGAN TEKNIK SINDIRAN DALAM MENANGANI PERASAAN AVERSI (KETIDAKSUKARELAAN) DI KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mashito, Dewi (2015) TERAPI REALITAS DENGAN TEKNIK SINDIRAN DALAM MENANGANI PERASAAN AVERSI (KETIDAKSUKARELAAN) DI KECAMATAN RUNGKUT SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (205kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (318kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (320kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (329kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (267kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (166kB) | Preview

Abstract

Fokus penelitian ini adalah (1) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan timbulnya perasaan aversi (ketidaksukarelaan) di Kecamatan Rungkut Surabaya?,(2)Bagaimana prosesterapi realitas dengan teknik sindiran dalam menangani perasaan aversi (ketidaksukarelaan) di Kecamatan Rungkut Surabaya?,
(3) Bagaimana hasil terapi realitas dengan teknik sindiran dalam menangani peransaan aversi (ketidaksukarelaan) di Kecamatan Rungkut Surabaya? Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Adapun proses observasi dan wawancara kepada ketiga konseli, yaitu; Tina, Dela, Sara, ketiga orang tua mereka, dan teman terdekat.
Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa, perilaku-perilaku yang nampak pada diri konseliadalah membolos kuliah, sering melakukan kesalahan saat bekerja, tidak mau mengikuti kegiatan apapun di pesantren, dan hubungan dengan orang tua
menjadi renggang. Dalam penelitian ini konselor menggunakan terapi realitas dengan teknik sindiran yang dilakukan pada saat proses konseling berlangsung, konselor memberikan sindiran-sindiran dengan gaya bahasa berupa majas.
Konselor menggunakan tiga majas kepada ketiga konseli; Majas Perbandingan, Majas Penegasan atau Penguatan, dan Majas Pertentagan. Tujuannya adalah agar konseli dapat langsung menyadari kesalahan yang dilakukannya dan berpikir tidak akan melakukan kesalahannya lagi, karena perilakunya itu telah membuat dirinya sendiri rugi. Selain itu, konselor juga menerapkan cara mengonfrontasikan konseli
dan menolak alasan apapun yang menjadikan konseli melakukan perilaku negatif serta konselor membantu konseli merumuskan rencana tindakan yang spesifik. Dengan begitu akan menyadarkan konseli dan konseli akan memperoleh apa yang
mereka inginkan dan bahwa tingkah laku mereka merusak diri, maka konseli pasti akan merubah tingkah lakunya menjadi lebaik lagi. Dalam penelitian ini hasil dari proses konseling dikategorikan berhasil, yang mana hasil tersebut dapat dilihat dari adanya penurunan dari tingkah laku
klienyang kurang baik menjadi lebih baik, hubungan konseli dengan orang tuanya kini sudah tidak renggang lagi. Kuliah tidak pernah membolos lagi, fokus kuliah, mengikuti semua kegiatan di pesantren, setelah mendapatkan terapi realitas
dengan teknik sindiran.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Agus Santoso, S.Ag, M.Pd
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mashito, DewiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Konseling
Keywords: Terapi Realitas ; Teknik Sindiran ; Perasaan Aversi
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Users 273 not found.
Date Deposited: 10 Aug 2015 06:32
Last Modified: 10 Aug 2015 06:32
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/2175

Actions (login required)

View Item View Item