Makna Quran surat an Nisa’ ayat 170 dalam perspektif pendidikan Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Saidah, Lailatis (2012) Makna Quran surat an Nisa’ ayat 170 dalam perspektif pendidikan Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Lailatis Saidah_D31208047.pdf

Download (4MB) | Preview
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/21914

Abstract

Makna qur'an surat an-nisa' ayat 170 dalam perspektif pendidikan islam merupakan penelitian pustaka (library research) yaitu menjadikan bahan pustaka sebagai sumber (data) utama. Sumber-sumber utama penelitian ini adalah buku-buku tafsir yang sesuai dengan pembahasan dan buku-buku pendidikan islam. penulis menggunakan analisis isi (content Analiysis) untuk melakukan analisis maloia qur'an surat an-nisa' ayat 170 dalam perspektif pendidikan. Dengan menggunakan metode analisa data, metode analisa deskriptif dan metode Induktif. Makna qur'an surat an-nisa' ayat 170 dalam perspektif pendidikan islam, diantaranya yaitu: pertama tugas rasulullah saw menyampaikan risalah dari Allah SWT. Tugas Rasul bukan hanya menyampaikan wahyu kepada telinga dan mata saja. Rasul memiliki tugas yang lebih besar dari itu yaitu menyampaikan pesan yang sampai kepada akal dan pikiran mereka. Hal ini memberi petunjuk bagi guru bahwa, dalam menyampaikan materi hendaknya seorang guru tidak hanya menyampaikan materi kepada mata dan telinga saja, namun seorang guru harus mampu menyampaikan materi kepada murid-muridnya sampai murid-muridnya faham terhadap materi yang disampaikan tersebut. Kedua, Rasulullah mempunyai tugas memberi kabar gembira dan peringatan. Dalam dunia pendidikap islam, memberi kabar gembira dari tugas rasul tersebut dapat dimaknai dengan pujian Dan memberi peringatan dari tugas rasul tersebut dalam dunia pendidikan islam dapat diaplikasikan dengan memberikan peringatan pada murid-murid yang nakal dan malas agar menjadi murid-murid yang rajin dan berakhlak baik. Ketiga Rasul mempunyai tugas menjadi saksi. Tugas kerasulan tersebut harus dapat diteladani oleh guru, seorang guru harus memberikan teladan pada muridnya, seorang guru juga harus menjadi saksi pada muridnya. Dalam artian guru harus dapat memberikan penilaian terhadap murid. Baik secara kogniti, efektif dan psikomotorik. Keempat, Rasul mempunyai tugas menyempumakan akhlak, Dari tugas rasul menyempumakan akhlak ini dapat dimasukkan ke dalam tujuan pendidikan islam. Kelima, Tugas rasul menjadi guru bagi kaumnya, Rasulullah adalah seseorang pendidik yang agung yang mempunyai sikap, metode, strategi dan cara evaluasi pendidikan yang luar biasa. Guru hendaknya mencontoh apa yang telah dicontohkan Rasulullah tersebut dalam mengajar para sahabatnya. Dari pengajaran Rasulullah ada yang bersifat seimbang dan menyeluruh yang berlaku untuk semua tatanan kehidupan. Ciri pembelajaran rasul bersifat menyeluruh dan seimbang ini dapat dihubungkan dengan kurikulum dan materi pendidikan islam. Saran yang diajukan penulis yaitu Seharusnya orang-orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan Islam terutama Guru dapat menerapkan makna yang terkandung dalam qur'an surat an-Nisa' ayat 170 dalam perspektif pendidikan islam, sehingga diharapkan menjadikan pendidikan Islam nantinya akan semakin maju dan bennutu di era berkembangnya zaman yang semakin modem.Amin.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Saidah, Lailatis--UNSPECIFIED
Subjects: Pendidikan Islam
Al Qur'an
Keywords: Makna Quran; pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 11 Jan 2018 06:41
Last Modified: 12 Sep 2021 14:54
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/21914

Actions (login required)

View Item View Item