Korelasi antara kebermaknaan hidup dengan kecenderungan bunuh diri pada pasien penyakit dalam di Rumah Sakit PHC Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Handayani, Kurniawati Tri (2009) Korelasi antara kebermaknaan hidup dengan kecenderungan bunuh diri pada pasien penyakit dalam di Rumah Sakit PHC Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Kurniawati Tri Handayani_B07205045.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/22120

Abstract

Ditinjau dari jenis variabel penelitian yang dikedepankan di sini, maka terdapat dua masalah inti yang hendak dibahas dan dicari korelasinya secara kritis dan sistematis. Masalah yang pertama adalah tentang kebermaknaan hidup dan masalah kedua berkenaan dengan kecenderungan bunuh diri. Berdasarkan definisi operasional, hal-hal yang oleh seseorang dipandang penting, dirasakan berharga dan diyakini sebagai sesuatu yang benar serta dapat dijadikan tujuan hidup, sedangkan kecenderungan bunuh diri adalah perilaku individu yang mendorong untuk melakukan bunuh diri atau mengakhiri hidu p sendiri. Penelitian ini dilakukan selama 1 bulan penuh, yakni mulai tanggal 01 Juni sampai dengan 31 Juli 2009 di Rumah Sakit PHC Surabaya. Dimulai dengan melakukan temu kenal yang diselingi sedikit wawancara terhadap pihak pengelola rumah sakit, yang bertujuan agar peneliti memiliki informasi yang cukup tentang keberadaan subyek yang dijadikan sampel. Setelah mendapatkan respons yang baik dan diijinkan untuk meneliti 60 orang pasien penyakit dalam yang dirawat di sana, barulah peneliti mulai mempersiapkan kuesioner yang disebarkan kepada 60 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, yaitu pengambilan dengan yang dikehendaki untuk sclanjutnya dipilih berdasarkan ciri-ciri: 1) Pasien yang dirawat di RS. PHC Surabaya 2) Terdiri dari laki-laki dan perempuan 3). Menderita penyakit dalam. Selanjutnya, dari hasil Uji Linieritas Korelasi yang menggunakan teknik Uji Kendal Tau, yang dipakai untuk menentukan taraf signifikansi korelasi antar kedua variabel, diperoleh harga koefisien korelasi sebesar -0,523 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000. Karena signifikansi < 0,05 (0,000 < 0,05) maka Ho ditolak, dan berarti Ha diterima. Sedangkan berdasarkan harga koefisien korelasi yang bertanda negatif (-), maka arah hubungannya adatah negatif Ini berarti bahwa semakin tinggi kebermaknaan hidup, maka akan semakin rendah kecenderungan bunuh diri pasien penyakit dalam di Rumah Sakit PHC Surabaya, demikian pula sebaJiknya. Dengan demikian, maka terdapat korelasi antara kebermaknaan hidup dengan kecenderungan bunuh diri pada pasien penyakit dalam di Rumah Sakit PHC Surabaya sudah terbukti. Melalui hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, beberapa saran yang perlu menjadi pegangan bagi peningkatan kualitas penelitian selanjutnya adalah 1) Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk menyusun skala yang lebih mudah diterima subyek dan memakai bahasa yang bisa dipahami oleh subyek; 2) Diharap mencari indikator-indikator beragam yang sesuai dengan fenomena di lapangan; 3) Peneliti harus mampu mengontrol kondisi subyek saat mengisi kuesioner.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Handayani, Kurniawati Tri--UNSPECIFIED
Subjects: Bimbingan Konseling
Psikoterapi > Psikoterapi Islam
Keywords: Kebermaknaan hidup; kecenderungan bunuh diri
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 29 Jan 2018 03:30
Last Modified: 29 Jan 2018 03:30
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/22120

Actions (login required)

View Item View Item