Konsep fitrah dalam Al Quran perspektif ulama’ tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hermansyah, Hermansyah (2017) Konsep fitrah dalam Al Quran perspektif ulama’ tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Hermansah_F02515119.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Judul tesis ini di dalamnya memuat penjelasan tentang Seputar Fitrah dalam Al-Qur’an Perspektif Ulama’ Tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern. Allah menciptakan manusia dalam struktur yang paling baik di antara makhluk yang lain. Struktur manusia terdiri dari jasad dan ruh atau unsur fisiologis dan unsur psikologis. Allah memberikan seperangkat kemampuan dasar yang memiliki kecenderungan berkembang yang dalam psikologis disebut potensial atau disposisi, yang menurut aliran psikologis behaviorisme disebut prepoten reflexesi (kemampuan dasar yang secara otomatis dapat berkembang). Dalam pandangan Islam, pada dasarnya manusia itu dilahirkan dalam keadaan suci. Kesucian manusia itu dikenal dengan istilah Fitrah. Di dalam al-Quran dan al-Sunnah Rasul, terdapat perspektif tentang Fitrah manusia. Tidak ada seorangpun yang menggunakan istilah Fitrah selain disebutkan di dalam al-Quran. Fitrah dalam Al-Qur’an menjadi pembahasan dikalangan Ulama’, baik ulama’ Tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern. Penelitian ini berusaha mengungkap bagai mana Fitrah menurut Ulama’, baik ulama’ Tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern. Penelitian ini adalah kajian pustaka atas pemikiran sejumlah ulama’ tafsir yang dikaji dengan metode kualitatif, dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan metode penafsiran tematik pada ayat-ayat al-Qur’an yang terkait dengan Fitrah yang terfokus pada pandangan Ulama’ Tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern. Tujuan yang ingin dicapai penulis dalam penelitian ini adalah pengungkapan Fitrah dalam Al-Qur’an Perspektif Ulama’ Tafsir Mutaqaddimin, Mutaakhirin dan Modern. Dalam tesis ini Konsep Fitrah dalam pandangan para mufasir itu bermacam-macam. Namun, dari sekian banyak pendapat sebagaimana tersebut di atas, maka yang dimaksud dengan Fitrah di sini adalah potensi untuk menjadi baik dan sekaligus potensi untuk menjadi buruk, potensi untuk menjadi muslim dan untuk menjadi musyrik. Fitrah manusia ini dibawa sejak lahir dan terus mengalami perkembangan seiring dengan semakin berkembangnya akal manusia dan pada akhirnya manusia akan mengakui bahwa Tuhan itu ada sehingga mereka akan kembali kepada Tuhannya. Berkembangnya Fitrah dalam diri manusia sangat tergantung pada masukan dari wahyu yang mempengaruhi jiwa manusia. Dalam hal ini, baik buruknya Fitrah manusia akan tergantung pada kemampuan manusia itu sendiri dalam berinteraksi dengan ajaran Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hermansyah, Hermansyahhermansyah.paf@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tasfir Hadis
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Fitrah; Mutaqaddimin; Mutaakhirin; Modern
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Hermansah Hermansah
Date Deposited: 20 Feb 2018 08:14
Last Modified: 20 Feb 2018 08:14
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/23477

Actions (login required)

View Item View Item