QADIAH AL MASHDAR WA ‘AMALUH FI ‘ILM AL NAHW: DIRASAH TAHLILIYAH NAHWIYAH

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholihuddin, Muhammad (2015) QADIAH AL MASHDAR WA ‘AMALUH FI ‘ILM AL NAHW: DIRASAH TAHLILIYAH NAHWIYAH. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (15MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (382kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (433kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (582kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (894kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (510kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (706kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (559kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (338kB) | Preview

Abstract

Salah satu problematika mashdar yang muncul adalah perbedaan pendapat antara ulama’ bashrah dan kuffah. Ulama’ bashrah berpendapat; bahwa mashdar adalah asal-muasal dari kata, sedangkan ulama’ kuffah berpendapat; bahwa fi’il lah yang menjadi asal muasal kata. Berawal dari salah satu problematika tersebut maka peneliti mengkaji lebih dalam tentang seluk beluk mashdar dan pengaruhnya. Mashdar secara etimologi adalah asal atau sumber. Sedangkan, mashdar secara terminologi adalah kata yang menunjukkan suatu kejadian tanpa terikat oleh waktu. Mashdar juga dapat diartikan kata yang muncul pada urutan ketiga dalam tashrif. Mashdar sendiri mempunyai kemiripan dengan kata kerja (fi’il) dalam segi pengaruhnya terhadap kata lain selain kata kerja ( fi’il ), Seperti pengaruhnya dalam lafadz fa’il sehingga berkharokat dhommah pada lafadz lazim (hanya membutuhkan subjek), akan tetapi jika dalam lafadz muta’addi (membutuhkan subjek dan objek) maka mempengaruhi dua kata yaitu kata yang menunjukkan subjek dan objek.
Berkaitan dengan keterangan tersebut, maka penelitian ini menggunakan teori perbandingan dengan pendekatan deskriptif, yang berguna untuk mengungkapkan fakta dan data. Sedangkan jenis penelitian adalah kualitatif yang dimaksudkan untuk memaparkan problematika mashdar beserta penyelesaiannya secara mendalam. Terkait dengan hal tersebut, maka tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah mengumpulkan buku-buku yang berhubungan dengan mashdar kemudian memilah dan menganalisis data tersebut.
Adapun beberapa temuan yang menjadi problematika mashdar dan menjadi pembahasan utama pada penelitian ini adalah. Pertama yaitu perbandingan antara mashdar dan isim mashdar. Kedua mashdar sebagai pengganti kata do’a. Ketiga yaitu Mashdar dan fi’il asal-muasal kata. Keempat yaitu Jam’u mashdar.
Temuan yang menjadi penyelesai dari problematika tersebut yaitu: pertama isim mashdar kata yang tidak sama dengan lafadznya, akan tetapi serupa dalam ma’nanya. Kedua mashdar boleh menjadi pengganti kata do’a dengan syarat dan ketentuan didalamnya. Ketiga mashdar yang menjadi sebagai asal muasal kata. Keempat jam’u mashdar mempunyai ketentuan didalamnya, maka tidak semua mashdar bisa dijama’kan

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Abu Darda’
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholihuddin, MuhammadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bahasa Arab
Sastra
Keywords: Mashdar; Nahwu; Kata; Isim
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 28 Oct 2015 03:04
Last Modified: 28 Oct 2015 03:04
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/2466

Actions (login required)

View Item View Item