Akulturasi Budaya Hindu dengan Islam: studi tentang prilaku keagamaan masyarakat Islam di Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Misdayu, Misdayu (2011) Akulturasi Budaya Hindu dengan Islam: studi tentang prilaku keagamaan masyarakat Islam di Desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Misdayu_E02304018.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/25255

Abstract

Dalam penelitian ini penulis menggunakan eksplorasi dimana penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan data, tanpa perlu mengoperasikan konsep dengan menguji konsep tersebut dalam realitas yang diteliti dengan mendeskripsikan secara terperinci fenomena sosial tertentu dengan mengumpulkan data secara kualitatif. Penelitian ini hendak membahas dua hal; 1). Bagaimana akulturasi budaya Hindu dan Islam kaitannya dengan prilaku keagamaan masyarakat Islam di desa Pinggirpapas Kabupaten Sumenep. 2). Bagaimana bentuk-bentuk akulturasi budaya Hindu di kalangan masyarakat Islam di desa Pinggirpapas K.abupaten Sumenep. Sebelum Islam masuk di Indonesia, kepercayaan masyarakat Indonesia menganut . paham kejawen, yang juga disebut faham animisme, yaitu suatu kepercayaan yang dipengaruhi oleh kekuatan alam, benda-benda yang dianggap magis, roh leluhur, makhluk halus pengganggu. Di Jawa Timur Hinduisme mulai berakar kuat sejak pada pertengan abad sepuluh berkat perpindahan pusat pemerintahan Mataram ke Watu Galuh di Jawa Timur pada masa pemerintahan raja Sindok. Perkembangnya agama Hindu mencapai puncaknya pada zaman Kerajaan Majapahit. Berkembangnya agama Hindu menyebabkan terjadinya akulturasi budaya di kalangan masyarakat. Secara lambat laun budaya Hindu berkembang baik di pedesaan bahkan di perkotaan. Hindu lebih mendominasi dari kebudayaan sebelumnya. Berkembangnya kebudayaan Hindu di masyarakat tidak menghilangkan kebudayaan asli masyarakat bahkan antara kebudayaan Hindu dengan masyarakat asli dapat berkembang berdampingan dengan damai. Setelah Islam masuk ke wilayah Pinggirpapas Sumenep juga menghasilkan kebudayaan baru. Pada saat itu, kebudayaan yang berkembang adalah Hindu-Jawa. Kondisi ini membawa perubahan besar bagi berkembangnya dua kebudayaan antara Islam (kebudayaan baru) dan Hindu (kebudayaan lama). Dengan demikian, budaya Islam secara pelan-pelan mulai dapat diterima masyarakat Pinggirpapas. Sehingga dua kebudayaan tersebut berbaur, bahkan terjadi persaingan. Namun, kedua kebudayaan tersebut tetap dapat berdampingan dengan damai. Dalarn konteks ini terjadi akulturasi budaya antara Hindu dan Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Misdayu, Misdayu--UNSPECIFIED
Subjects: Budaya - Agama
Keywords: Akulturasi Budaya; prilaku keagamaan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 04 Jun 2018 06:38
Last Modified: 04 Jun 2018 06:38
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/25255

Actions (login required)

View Item View Item