Al humma min Faihi Jahannam: studi Mushkil Al Hadith riwayat Imam Ahmad nomor indeks 4719

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arofi, Muhammad Izul (2018) Al humma min Faihi Jahannam: studi Mushkil Al Hadith riwayat Imam Ahmad nomor indeks 4719. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Izul Arofi_E95214034.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kitab Musnad Ahmad bin Hanbal merupakan satu-satunya kitab musnad terbaik dan terbesar di antara kitab-kitab musnad yang pernah ada. Kitab ini berisikan 40.000 buah hadis, yang 10.000 dari jumlah tersebut merupakan hadis ulangan. Banyak sekali hadis Rasulullah yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan atau sains, salah satunya adalah hadis riwayat Imam Ahmad nomor indeks 4719 yang menjelaskan tentang Demam berasal dari serpihan api neraka jahannam dan anjuran mendinginkan demam dengan air. Penelitian ini ternasuk penelitian pustaka, karena dalam melakukan penelitian ini penulis mencari dan mengumpulkan data dari berbagai literatur. Langkah yang dilakukan penulis selanjutnya adalah kritik sanad, kritik matan, dan i’tibar. Setelah dilakuakan langkah-langkah tersebut dapat diambil kesimpulan tentang kualitas hadis tersebut. Hadis tersebut berjualitas Sahih li Dhatihi. Dalam hadis ini memakai teori dan penyelesaian hadis Mushkil. Pemaknaan hadis tersebut sesuai dengan bunyi matannya ialah bahwa Rasulullah memberi perumpamaan tentang panasnya demam itu sama seperti serpihan api neraka jahannam dan anjuran Rasulullah untuk meredahkan demam menggunakan air. Berdasarkan penelitian yang dilakuakn Karina Indah Permatasari Mahasiswa STIKES Semarang tentang efektivitas penggunaan air untuk mengompres penderita demam, bahwa dengan mengompres demam pemeliharaan suhu tubuh akan terjaga. Suhu panas dalam tubuh sedikit demi sedikit akan redah. Dengan pemberian kompres, akan memberikan reaksi fisiologis berupa vasodilatasi dari pembuluh dara besar dan meningkatkan evaporasi panas dari permukaan kulit. Hipotalamus anterior memberikan sinyal kepada kelenjar keringat untuk melepas keringat melalui saluran kecil pada permukaan kulit. Keringat akan mengalami evaporasi, sehingga akan terjadi penurunan suhu tubuh. Hasil penelitian tersebut didukung oleh penelitian yang dilakuakan Fatmawati Mohammad (2002) tentang efektivitas kompres hangat dalam menurunkan demam pada pasien. Penelitian tersebut mendapat hasil p<0,05 yang menunjukan tindakan kompres hangat sangat efektif dalam menurunkan demam pada pasien dengan penurunan mencapai 1 ºC. Pengompresan menggunakan air hangat lebih dikhususkan pada penderita demam di bawah umur 4 tahun dan demam febris serta thypoid abdominalis. Hangat dari air kompres tersebut meraangsang vasodilatasi sehingga mempercepat proses evaporasi dan konduksi yang pada akhirnya dapat menurunkan suhu tubuh. Sedangkan untuk kompres air biasa dalam kompres dapat menimbulkan sedikit keterlambatan dalam mengatasi dan meredahkan suhu panas tubuh. Penanganan ini biasanya dilakukan pada penderita demam di atas umur 4 tahun dan penyakit-penyakit karena luka, meriang, sengatan matahari, kecapekan dan lain-lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arofi, Muhammad Izulmuhammadizularofi240696@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Islam
Nabi dan Rasul
Hadis
Keywords: Demam; Medis; Mushkil; Musnad Imam Ahmad bin Hanbal; Sahih
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Arofi Muhammad Izul
Date Deposited: 06 Aug 2018 04:17
Last Modified: 06 Aug 2018 04:17
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/25988

Actions (login required)

View Item View Item