Analisis hisab arah kiblat dalam kitab ad-Durus al-Falakiyyah karya KH. Ma'shum 'Ali

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wafiroh, Hibatun (2011) Analisis hisab arah kiblat dalam kitab ad-Durus al-Falakiyyah karya KH. Ma'shum 'Ali. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Hibatun Wafiroh_C51207017.pdf

Download (3MB)

Abstract

Skripsi berjudul Analisis Hisab Arab Kiblat dalam Kitab ad-Durus al-Falakiyyah Karya KH. Ma 'shum 'Ali ini merupakan hasil penelitian kepustakaan untuk menjawab dua pertanyaan. Pertama, bagaimana metode hisab arah kiblat dalam kitab ad-Durus al-Falakiyyah yang ditulis oleh KH. Ma'shum 'Ali? Kedua, berapa harga deviasi hisab arah kiblat dalam kitab ad-Durus al-Falakiyyah karya KH. Ma'shum 'Ali? Dalam rangka menemukan jawaban dua permasalahan inti di atas, penulis menggali data lintang dan bujur, metode arah kiblat dengan rubu' mujayyab dan rumus spherical trigonometri. Data tersebut didapatkan dari sumber primer yang bukan lain adalah kitab ad-Durus al-Falakiyyah. Selain itu, juga diperoleh dari buku­ buku yang mengulas tentang Falak, khususnya hisab arah kiblat. Selanjutnya penulis menganalisisnya dengan menggunakan metode deskriptif dan content analysis. Dalam kitab ad-Durus al-Falakiyyah perhitungan sudut arah kiblat mengacu pada rubu' mujayyab atau kuadran. Rubu' di sini digunakan sebagai alat pencarian data, bukan alat penunjuk arah kiblat. Data yang dicari antara lain: bu'd al-qutr, asl mutlaq, asl mu'addal, irtifa' as-simt, jayb as-si'ah, hissah as-si'ah dan lain-lain. Setelah semua data terhimpun, baru diketahui berapa besar sudut arah kiblat suatu tempat yang dihitung sepanjang garis horizontal dari titik barat ke titik utara. Dari analisis yang penulis Iakukan, dapat ditarik satu kesimpulan besar bahwa hisab simt al-qiblab yang diulas oleb KH. Ma'shum 'Ali dalam kitab ad-Durus al-Falakiyyah kurang akurat dan selalu menyisakan harga deviasi yang bervariasi. Konklusi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, data koordinat Ka'bah yang digunakan oleh Kiai Ma'shum dalam menghisab--21° 30' LU dan 40° 08' BT-tidak sama dengan data yang ada dalam sumber lain. Kedua, epoch markaz selain Ka'bah juga memiliki selisih beberapa menit dengan yang ada dalam referensi lain. Ketiga, adanya elastisitas khayt (benang) sehingga sulit menempatkan khayt di posisi yang tepat. Keempat, human error, artinya kesalahan ada pada diri penghisab yang kurang teliti memosisikan benang. Dari hasil penelitian kepustakaan di atas, diharapkan Badan Hisab Rukyat memberikan penyuluhan secara intensif kepada masyarakat mengenai penepatan arah kiblat. Kepada ulama yang memiliki kredibilitas di bidang Falak hendaknya memberikan pencerahan apabila di lapangan ditemukan kasus pelencengan arah kiblat. Dan bagi masyarakat yang tidak memahami teori ilmu Falak seyogianya menanyakan kepada ahlinya jika hendak membangun masjid, misalnya. Tidak kalah pentingnya, kepada umat Islam hendaknya melakukan pengukuran arah kiblat dengan rasd al-qiblah, yakni ketika matabari berkulminasi di atas Baytullih pada tanggal 27/28 Mei pukul 16.18 WIB dan 15/16 Juli pukul 16.27 WIB sebagai cara termudah dalam memecahkan problem arab kiblat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wafiroh, HibatunUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Keywords: Hisab arah kiblat; Kitab ad-Durus al-Falakiyyah; KH. Ma 'shum 'Ali
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Arifah Wikansari------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 28 Jan 2019 03:06
Last Modified: 28 Jan 2019 03:06
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/29120

Actions (login required)

View Item View Item