Upaya Kyai Dalam Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an Sunan Giri Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Shidqi, Nurus (2011) Upaya Kyai Dalam Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Tahfidhul Qur'an Sunan Giri Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel.

[img] Text
Nurus Shidqi_D54207023.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pesantren telah mengantarkan bangsa Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan. Perang Badri, perang Diponegoro, dan yang lain pada hakekatnya adalah perang antara santri dan Imperialis Kapitafis Belanda. Dr. Sutomo mengemukakan bahwa "my society is my university" bukan "my university is my society" (masyarakatku adalah perguruanku bukan perguruanku adalah masyarakatku). Oleh karena itu, sistem pendidikan pesantren disamping ilmu maka pesantren selalu memperhatikan pengabdian masyarakat. Ki Hajar Dewantara juga mengemukakan bahwa pondok pesantren mempunyai panca jiwa yaitu; pertama, jiwa keikhlasan; kedua, jiwa kebebasan berfikir, ketiga, jiwa berdikari; keempat, jiwa gotong royong; dan kelima, jiwa kepenfingan umat. Dengan demikian, pesantren adalah lembaga pendidikan yang mempunyai fungsi multi dimensi. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia. Sejak berdirinya, pesantren telah menunjukkan peranannya dalam mensyiarkan agama Islam serta ilmu pengetahuan. Penggemblengan diri yang dilakukan dalam pesantren mencangkup banyak hal, diantaranya melalui pengkajian kitab kuning. Kitab kuning merupakan karya para ulama Islam terdahulu yang ditulis dengan menggunakan bahasa arab tanpa memakai harakat (gundul). Pengkajian kitab kuning ini diperbikan, sebab melalui kitab-kitab kuning inilah para ulama serta santri (umat Islam yang mengaji di pesantren) memperdalam kajian keilmuan, terutama yang berhubungan dengan ilmu keagamaan, seperti: al-quran, hadits, fiqih, ushul fiqih, aqidah, akhlak/tasawuf dan tata bahasa arab. Penggemblengan diri atau pembelajaran yang terjadi di pesantren, tidak dapat lepas dan i unsur-unsur yang berhubungan dengan metode pembelajaran, sebab penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat dapat menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran yang dilangsungkan Sebagaimana lazimnya pesantren, pola metode pembelajaran yang digunakan, biasanya masih berpusat pada guru (teacher center), padahal pada saat ini pola pembelajaran tersebut sudah mulai diubah menjadi berpusat kepada siswa (student center). Berdasar hal itulah, peneliti mengadakan penelitian dengan judul Upaya Kyai Dalam Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di PonPes Tahfidhul Qur'an Sunan Giri Surabaya. Hal ini juga kepada lcyai, ustadz, pengurus dan santri/santriwati yang berada di Ponpes Sunan Gin. Untuk mendapatIcan data penelitian ini, penulis menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, interview dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa adanya kerjasama antara Kyai sebagai pengasuh Pesantren, dengan Dewan Asatidah serta Pengurus Pondok Pesantren sehingga proses pengembangan pembelajaran kitab kuning yang dilakukan Kyai Ponpes Sunan Giri ini bisa dilalcsanalcan dengan lancar dan baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Shidqi, NurusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Pendidikan > Pembelajaran
Pendidikan > Pesantren
Keywords: Kitab Kunig; Kyai
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 29 Apr 2019 02:02
Last Modified: 29 Apr 2019 02:02
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/31853

Actions (login required)

View Item View Item