Relevansi pendidikan Humanisme dalam membentuk kesadaran keberagaman umat lintas agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Abidin, Upik Khoirul (2011) Relevansi pendidikan Humanisme dalam membentuk kesadaran keberagaman umat lintas agama di Desa Balun Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Upik Khoirul Abidin_D31206004.pdf

Download (2MB)

Abstract

Sudah menjadi sunnatullah bahwa keragaman agama merupakan realitas yang tidak dapat dihindari. Indonesia dikenal sebagai masyarakat majemuk (pluralistic society). Hal ini dapat dilihat dari realitas sosial yang ada, bukti kemajemukan ini juga dapat dibuktikan melalui semboyan Negara Republik Indonesia "Bhineka Tunggal Ika". Masyarakat Indonesia yang plural, dilandasi oleh perbedaan horizontal dan vertical. Wacana kerukunan dan toleransi antar umat beragama sudah lama diperdebatkan dan telah menyedot banyak energi dan pikiran. Namun fenomena disharmoni ditandai dengan beberapa benturan sosial yang dimanipulasi menjadi pertentangan antar kelompok umat beragama. Ketidak harmonisan antar pemeluk agama, secara kategori simplistis dilatarbelakangi oleh dua faktor, yaitu Faktor internal adalah faktor yang mempengaruhi seseorang bersikap disebabkan faham keagamaan terhadap ajaran agamanya. Seperti kecenderungan faham radikal-ekstrim dan fundamental-subjektif terhadap ajaran yang dianut, serta sikap eksklusifisme, literalisme dan kesalahpahaman. Sedangkan faktor ekstemal adalah sikap hedonitas dan oportunitas yang mana jika hal ini tidak dimanage dengan baik dapat menyebabkan kekerasan antar agama atau yang mengatas namakan agama, contohnya peristiwa "Ngawi Kelabu", tepatnya hari kamis, 29 November 2001, terorisme di Mojokerto, dan bom bali yang menewaskan lebih dari 202 nyawa, kasus-kasus ini dilandasi atas nama agama. Kekerasan yang mengatasnamakan agama banyak terjadi di daerah-daerah lain. Tapi lain halnya dengan desa Balun Kec. Turi Kab. Lamongan, di desa Balun yang beragam agamanya (Islam, Kristen, dan Hindu), namun masyarakatnya mampu menciptakan hubungan harmonis antar umat beragama. Hal ini yang menjadikan penulis tertarik untuk melakukan penelitian di sana. Dengan demikian jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field study atau field research), maka penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Dari penelitian ini mendapatkan temuan-temuan, bahwasanya di desa tersebut terdapat transformasi nilai-nilai humanisme melalui Forum Keakraban Warga Balun (FKWB). Sehingga keharmonisan hubungan antar umat beragama di desa tersebut dapat terjaga. Dan ini seharusnya di jadikan contoh bagi masyarakat di luar Balun, agar supaya kekerasan atas nama agama dapat terhindari. Dengan demikian kerukunan bisa terwujud dan dapat hidup saling berdampingan antar umat beragama.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Abidin, Upik KhoirulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Agama
Pendidikan Islam
Pendidikan Islam > Pendidikan Islam - Metode dan Sistem
Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Pendidikan Humanisme
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mr. Supriyatno Hary
Date Deposited: 09 Jul 2019 01:31
Last Modified: 09 Jul 2019 01:31
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/32482

Actions (login required)

View Item View Item