Hadis tentang Nūr Muḥammad sebagai awal penciptaan: studi perbandingan pemahaman hadis antara Yūsuf al Nabhanī dan ‘Abdullāh al Ḥararī

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Lutfianto, Mohammad (2019) Hadis tentang Nūr Muḥammad sebagai awal penciptaan: studi perbandingan pemahaman hadis antara Yūsuf al Nabhanī dan ‘Abdullāh al Ḥararī. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mohammad Lutfianto_F02817244.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelian komparatif dimana penulis berusaha memaparkan antara pemikiran Yūsuf al-Nabhanī dan ‘Abdullāh al-Ḥararī dalam konsep nūr Muḥammad sebagai awal kejadian. Rumusan masalah yang diajukan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pandangan Yūsuf al-Nabhanī terhadap hadis-hadis tentang nūr Muḥammad sebagai awal ciptaan?; (2) Bagaimana pandangan ‘Abdullāh al-Harārī terhadap hadis-hadis tentang nūr Muḥammad sebagai awal ciptaan?; (3) Bagaimana persamaan dan perbedaan pemahaman antara kedua tokoh tersebut tentang hadis nūr Muḥammad sebagai awal ciptaan? Untuk membedah rumusan masalah di atas, penulis menerapkan penelitian kualitatif dalam bentuk studi kepustakaan. Metode yang digunakan adalah analisis isi dan analisis komparatif, yaitu menganalisa kedua pemikiran tokoh tersebut kemudian mengkomparasikannya sehingga ditemukan kesamaan dan perbedaan diantaranya.Kesimpulan dalam penelitia ini disesuaikan dengan rumusan masalahnya yaitu: (1) al-Nabhanī secara garis besar menerima hadis-hadis tentang nūr Muḥammad walaupun status menurut ahli hadis adalah palsu. Kemudaian dia meyakini bahwa awal kejadian yang diciptakan Allah adalah nūr Muḥammad dimana dia juga sebagai wadah tajallī Allah. (2) al-Ḥararī menolak hadis-hadis tentang konsep nūr Muḥammad karena rata-rata statusnya ḍA’īf bahkan sebagian palsu. Sedangkan dia memahami bahwa yang pertama kali diciptakan Allah adalah air, sesuai dengan dalil al-Qur’an dan hadis sahih; (3) persamaan keduanya terletak pada diterimanya hadis awal kejadian adalah qalm namun pemaknaan keduanya berbeda, dan juga keduanya sama menyatakan bahwa nūr Muḥammad adalah sesuatu yang diciptakan, bukan bagian dari Nur Allah yang bersifat qadīm. Sedangkan perbedaan diantara keduanya adalah (a) al-Nabhanī menerima semua hadis tentang nūr Muḥammad sedangkan al-Ḥararī meolaknya; (b) tipologi pemahaman hadis al-Nabhanī adalah ‘irfanī yang menganut aliran tasawuf falsafi, sedangkan al-Ḥararī adalah bayanī dengan menerapkan metode yang dirumuskan ahli hadis.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Lutfianto, Mohammadzeamays42@gmail.comF02817244
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSuis, SuisUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hadis
Divisions: Program Magister > Ilmu Hadis
Depositing User: Lutfianto Mohammad
Date Deposited: 19 Aug 2019 06:46
Last Modified: 09 Sep 2019 07:10
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/35316

Actions (login required)

View Item View Item