Fashion; antara budaya dan shari'ah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hunaifa, Hunaifa (2019) Fashion; antara budaya dan shari'ah. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Hunaifa_F02915179.pdf

Download (1MB)

Abstract

Problem wanita pada era modern sekarang adalah perilaku tabarruj. Tabarruj adalah sebuah bentuk ekspresi orang yang sedang memakai fashion tetapi bukan makna dari fashion itu sendiri yang dengan sengaja dibuat gimik agar orang lain tertarik dan terlena ketika melihatnya sehingga seolah-olah bertentangan dengan shari’ah. Penelitian ini fokus pada bagaimana aspek-aspek dalam fashion sebagai budaya dan shari’ah Islam, bagaimana afirmasi fashion sebagai shari’ah Islam, dan bagaimana dinamika tarik menarik antara budaya populer yang cenderung sekuler dengan shari’ah Islam dalam konteks fashion umat Islam. Berdasarkan fenomena di atas, penelitian ini bertujuan mencari titik temu fashion yang sesuai dengan shari’ah Islam berdasarkan pandangan para ulama yang termasuk dalam golongan tekstualis (normatif) dan historis. Kedua, penelitian ini menguraikan benang kusut yang menjadi persoalan fashion umat Islam yang telah terkontaminasi budaya populer sehingga mengabaikan shari’ah Islam dan jauh dari aspek religius. Jenis penelitian tesis ini adalah library research dengan menggunakan bahan-bahan pustaka. Penelitian ini difokuskan pada fashion dalam konteks kajian budaya dan shari’ah yang ditinjau dalam kajian culture studies. Objek tulisan ini dipilih karena fashion dianggap sesuatu yang baru bagi kalangan umat Islam sehingga terkesan tidak memiliki urgensi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Semua informasi dan data yang diperoleh diproses melalui beberapa tahapan dan kemudian diklasifikasi berdasarkan kategori atau topik-topik dengan menggunakan teknik analisis deskriptif-kualitatif. Berdasarkan penelitian, maka tesis ini menghasilkan kesimpulan bahwa pertama aspek-aspek fashion yang dapat menjadi budaya Islam adalah fashion yang memenuhi dimensi keseimbangan antara hal-hal yang bersifat ukhrawi dan duniawi, hal ini karena fashion dalam agama Islam selain sebagai ekspresi keindahan dan identitas budaya umat muslim, juga manifestasi ketaatan perintah agama Islam yang tertera dalam al-Qur’an dan al-Hadis, yang tujuan secara shari’ah-nya sebagai penjaga kehormatan seorang muslim dihadapan manusia dan Allah. Kedua, fashion sebagai shari’ah Islam dapat dilihat dalam dua sudut pandang, yaitu fashion dilihat melalui kajian teks (al-Qur’an dan hadis) dan fashion sebagai shari’ah dilihat dari sudut pandang historis. Ketiga, Berdasarkan teori simulacra Baudrillard dalam melihat fenomena jilboos. Dalam perspektif fashion shari’ah bukan hanya secara tekstual saja fenomena jilboobs tidak dapat dimasukan ke dalam fashion shari’ah Islam, tetapi secara historis trend jilboobs tidak dapat dikatakan sebagai fashion yang sesuai dengan shari’ah Islam, atau lebih cenderung termasuk salah satu bagian dari budaya populer.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hunaifa, Hunaifahunaivadee9@gmail.comF02915179
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSuis, suUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Budaya
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Hunaifa Hunaifa
Date Deposited: 11 Sep 2019 01:39
Last Modified: 11 Sep 2019 01:39
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/35613

Actions (login required)

View Item View Item