Analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan barang gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kiftiyah, Mamlu'atul (2020) Analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan barang gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mamlu'atul Kiftiyah_C02216037.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan (Field research) yang berjudul “Analisis Hukum Islam Terhadap Pemanfaatan Barang Gadai Di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya”. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah : 1). bagaimana pemanfaatan barang gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya, 2). bagaimana analisis hukum Islam terhadap pemanfaatan barang gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif analisis dengan menggunakan pola pikir induktif yang dimulai dengan mengemukakan secara khusus adanya pemanfaatan barang gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya kemudian dianalisis dengan teori hukum islam tentang Islam tentang riba.Hasil penelitian mengemukakan bahwa adanya pemanfaatan barang gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya ini terjadi secara sepihak dan tidak pernah ada kesepakatan di awal transaksi gadai tersebut. Pihak penerima gadai memakai barang tersebut untuk pergi belanja dan hanya untuk mengambil keuntungan yang sama dengan penggadai, dimana penggadai mendapat keuntungan yakni mendapatkan uang yang ia butuhkan.Hukum adanya pemanfaatan barang gadai dalam transaksi gadai di Pulo Tegalsari Wonokromo Surabaya ini adalah menurut hukum Islam tidak boleh, karena dalam pemanfaatan barang gadai terdapat adanya tindakan-tindakan yang menyimpang dari salah satu kedua belah pihak tersebut yaitu dimana pihak penerima gadai menggunakan barang gadai untuk kepentingan individu atau pribadi. Sehingga adanya pemanfaatan barang gadai ini dilarang dalam hukum Islam karena memanfaatkan barang atau mengambil keuntungan dari barang gadai tersebut termasuk riba. Sejalan dengan kesimpulan diatas, maka penulis menyarankan: bagi pihak penerima gadai harus bersikap jujur dan bertanggung jawab dan selalu mematuhi ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam transaksi gadai. Bagi pihak penggadai harus bisa berpegang teguh kepada ketentuan-ketentuan dan syarat-syarat dalam transaksi gadai. Selain itu, harus mempercayai bahwa akad yang dilakukan tersebut memiliki konsekuensi duniawi dan ukhrawi karena dilakukan berdasarkan hukum Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Kiftiyah, Mamlu'atulmamluatulkiftiyah@gmail.comC02216037
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAl Hadi, Abu Azamabuazam_al@yahoo.com2012085801
Subjects: Pendidikan
Pendidikan > Pembelajaran
Pendidikan > Metode
Keywords: Pemanfaatan barang gadai; gadai
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mamluatul Kiftiyah
Date Deposited: 26 Mar 2020 13:27
Last Modified: 27 Mar 2020 06:41
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/39514

Actions (login required)

View Item View Item