Analisis keberlangsungan usaha pembuatan taoge ditinjau dari sustainable livelihood framework: studi kasus di Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Pavilawati, Dwi Aprilia (2020) Analisis keberlangsungan usaha pembuatan taoge ditinjau dari sustainable livelihood framework: studi kasus di Desa Penambangan Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Dwi Aprilia Pavilawati_G71216064.pdf

Download (3MB)

Abstract

Sektor perekonomian informal memiliki kontribusi penting dalam hal peningkatan kuantitas lapangan pekerjaan, terutama bagi tenaga kerja yang tidak terserap dan kurang memenuhi kualifikasi untuk bekerja di sektor formal. Sektor informal dipandang sebagai usaha alternatif bagi masyarakat agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Implementasi dari sektor perekonomian informal adalah usaha pembuatan taoge. Walaupun bisnis ini dianggap kurang memiliki derajat formalitas yang tinggi, namun usaha pembuatan taoge berpotensi untuk berlangsung dalam jangka panjang. Keberlangsungan usaha pembuatan taoge dapat dikaji melalui konsep sustainable livelihood framework (SLF) yang dikembangkan oleh Department for International Development (DFID). Penelusuran menggunakan konsep SLF dalam menganalisa keberlangsungan usaha menjadi tujuan dari skripsi yang berjudul “Analisis Keberlangsungan Usaha Pembuatan Taoge ditinjau dari Sustainable Livelihood Framework (Studi Kasus di Desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo)” ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian berada di Desa Penambangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, arsip dan dokumen pemerintah desa, dan wawancara mendalam bersama dengan 13 pengusaha pembuatan taoge, pemasok bahan baku, konsumen, tenaga kerja, serta kasi pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap rumah tangga produksi pembuatan taoge memiliki ancaman (kerentanan) yang sama mengenai pasokan bahan baku yang kurang berkualitas di musim penghujan dan minimnya permodalan. Pengalokasian dan kepemilikan aset-aset berusaha pun bervariasi. Sementara itu, pemerintah desa sebagai fasilitator pelayanan publik dalam menanggapi potensi kemandirian ekonomi masyarakat (kewirausahaan) memiliki berbagai program salah satunya berupa pembentukan UPKu Mandiri Lestari yang diperdayagunakan sebagai media pengembangan Pasar Desa Penambangan dan pengusaha kecil. Pembentukan program tersebut menuai beragam respon dari pengusaha. Akan tetapi, pengusaha memilih program unggulan berupa arisan warga dan pasar untuk menuntaskan kerentanan yang dialami serta menetapkan strategi penghidupan intensifikasi, ekstensifikasi, dan diversifikasi. Pada akhirnya analisis dengan konsep SLF mengungkapkan hasil keberlangsungan dari segi ekonomi, kelembagaan, dan lingkungan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Pavilawati, Dwi Apriliadwiapriliap5498@gmail,comG71216064
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorFitrianto, Achmad Roomar.fitrianto@uinsby.ac.id2027067701
Subjects: Industri RumahTangga
Wirausaha
Sumber Daya Manusia
Keywords: Transformasi Proses dan Struktur; Strategi Penghidupan
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ilmu Ekonomi
Depositing User: Dwi Aprilia Pavilawati
Date Deposited: 14 Aug 2020 14:13
Last Modified: 14 Aug 2020 14:13
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/42426

Actions (login required)

View Item View Item