Pemikiran Muhammad Natsir tentang penerapan Islam di bidang politik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Siswanto, Heri (1997) Pemikiran Muhammad Natsir tentang penerapan Islam di bidang politik. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (7kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (960kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Basis politik Islam menurut Matsir adalah tauhid. Sejauh dan seluas apapun polarisasi ide doktrin politis tidak boleh bertentangan dengan konsep tauhid. Tauhid menurut Natsir ibarat sebilah pisau yang bermata dua. Pada satu sisi menegaskan keesaan Allah sebagai satu-satunya dzat yang dipertahankan manusia, sementara yang lainnya berisi penekanan kepada kesatuan universal umat manusia sebagai umat yang satu, berdasarkan persamaan, keadilan, toleransi dan kesabaran. Lebih jelasnya, bahwa ide yang menjadi tujuan demokrasi tetap berdasarkan pada nilai-nilai ketuhanan. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana deskripsi pemikiran politik Islam Mohammad Natsir dan apakah yang melatar belakangi pemikiran Mohammad Natsir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi pemikiran politik Islam Mohammad Natsir dan mengetahui latar belakang pemikiran Mohammad Natsir. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Data- data yang berhasil dihimpun berkenaan dengan pemikiran Mohammad Natsir tentangpolitik, baik itu berkenaan dengan materi penelitian dan latar belakang pemikirannya dideskripsikan, kemudian dianalisa sehingga terwujud penelitian deskriptif analitik. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1. Politik mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam Islam, karena dapat memotivasi berlangsungnya dinamika keagamaan. 2. Islam tidak memberi gambaran yang jelas tentang bentuk dan system pemerintahan Negara, artinya Negara boleh menggunakan system apa saja, asal sesuai dengan tujuan Negara Islam, yaitu berlakunya ketentuan Ilahi atas manusia. 3. Hak asasi manusia dijamin oleh Islam. 4. Hubungan internasional harus dilandasi asas persamaan dan dilakukan secara bebas aktif. Pemikiran Mohammad Natsir dilatarbelakangi oleh visi politisnya yang jauh ke depan. Tendensi pemikiran Natsir mengarah pada modernisme politik Islam, yang mempunyai cirri elastis dan fleksibel, berkarakter universal, realistis dan rasional.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Siswanto, Heri--011932046
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorNasir, M. Ridlwanm.ridlwannasir@gmail.com2017085003
Subjects: Ekonomi Islam
Muamalat Muamalah
Keywords: Pemikiran Mohammad Natsir; Politik Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mr Sulaiman Sulaiman
Date Deposited: 04 Feb 2016 04:27
Last Modified: 30 Sep 2020 03:53
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/4464

Actions (login required)

View Item View Item