Studi komparatif mafhum mukholafah dalam perspektif Madzhab Hanafiah dan Syafi'iyah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arifin, Zainul (1997) Studi komparatif mafhum mukholafah dalam perspektif Madzhab Hanafiah dan Syafi'iyah. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (183kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (900kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (4MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (762kB) | Preview

Abstract

Masalah yang menjadi kajian dalam penulisan skripsi ini adalah: bagaimana perspektif mafhum mukhalafah menurut madzhab Hanafiah dan madzhab Syafi’iyah, mengapa madzhab Hanafiyah menolak kehujjahan mafhum mukhalafah, sedangkan madzhab syafi'iyah menerimanya dalam melakukan istimbath hukum. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini yang teknik penggalian datanya menggunakan metode Library Research (penelitian perpustakaan), cara yang digunakan untuk memperoleh suatu kumpulan data dengan mempelajari buku-buku dan literaturyang sesuai, sedang metode analisa datanya dengan mengunakan prosedur deduktif, induktif dan komparatif. Penelitian ini memberikan suatu kesimpulan bahwa: (1) menurut madzhab Hanafiyah bahwa mafhum mukhalafah tidak dapat dijadikan sebagai metode istinbath hukum pada nash Qur'an dan Sunnah, sebab hal itu akan menimbulkan kesalahan dalam pemahaman. Begitu pula untuk memperkuat alasan madzhab Hanafiyah ini mereka menyatakan bahwa tak satupun dalam Qur’an yang maknanya terlupakan, dengan,kata lain bahwa segala bentuk problem ahkam daram al Qur'an telah dijelaskan secara lengkap dan benar, sehingga tidak butuh lagi terhadap penjerasan kebarikan hokum (mafhum mukhalafah). Lebih jauh dari itu menurut madzhab ini mafhum mukharafah hanya disahkan pemakaiannya sebagai metode dalam hal yang berkaitan dengan sesuatu yang bukan wahyu, yakni dalam kaitan dengan dalil-dalil dan hukum buatan manusia semata, (2) menurut madzhab syafi'iyah bahwa mafhum mukhalafah tetap bisa dijadikan salah satu metode istinbath hukum. Sebagai alasan yang paling menonjol yang mereka kemukakan adarah bahwa, metode mafhum mukhalafah tersebut dianggap telah sesuai dengan Iogika yang benar, Hal itu bukan berarti menunjukkan bahwa nalar lebih utama dari wahyu-, tetapi pada saat yang sama menunjukkan bahwa nalar harus memainkan peran berdampingan dengan wahyu yang, tentunya secara substansial adalah sejalan dan saling melengkapi. Dan sebagai konsekwensi selanjutnya metode mafhum mukhalafah ini harus disesuaikan dengan beberapa persyaratan yang telah disepakati oleh ulama aliran kalam

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arifin, Zainul--013932189
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorDahlan, Sudjari----
Keywords: Mahfum Mukholafah; Madzhab Hanafi; Syafii
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Arsip Syariah
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 18 Feb 2016 07:01
Last Modified: 09 Oct 2020 07:12
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/4605

Actions (login required)

View Item View Item