Konsep Mukmin dalam Tafsir Maqashidi Nusantara: studi penafsiran Kiai Zaini Mun’im

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Barlaman, Syafik Wazan (2021) Konsep Mukmin dalam Tafsir Maqashidi Nusantara: studi penafsiran Kiai Zaini Mun’im. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Syafik Wazan Barlaman_E93216151.pdf

Download (2MB)

Abstract

Term ‘Maqashid’ berasal dari bahasa Arab Maqashid yang merupakan bentuk jamak kata maqsad, yang bermakna maksud, sasaran, prinsip, niat, tujuan akhir. Maqashid hukum Islam adalah sasaran-sasaran atau maksud-maksud dibalik hukum itu. Jadi yang dimaksud dengan maqashid al-syariah adalah tujuan al-syari’ (Allah SWT. dan Rasulullah SAW.) dalam menentukan hukum Islam. Tujuan tersebut dapat ditelusuri dari nash Al-quran dan Sunnah Rasulullah SAW. sebagai alasan logis bagi rumusan suatu hukum yang berorientasi kepada kemaslahatan umat manusia. Sedangkan mukmin yang dikaji objek dipenelitian ini secara linguistik diambil dari kata iman yang merupakan kata verbal dari akar kata aman dan mempercayakan. Lalu maknanya berkembang dan menjadikan makna-makna baru, seperti: keyakinan yang baik, ketulusan, ketaatan atau kesetiaan. Sedangkan dalam bentuk masdarnya(amanah) mempunyai makna ganda, yakni percaya dan menyerahkan keyakinan. Sedangkan makna dasarnya dari bentuk ini adalah menjaga kesetiaan kepada sesuatu yang diamanahkan Tuhan kepada dirinya dengan keyakinan yang kuat didalam hati, tidak hanya di ucapan dan pikiran. Tafsir Al-Qur’an bil al imlak yang dijadikan rujukan penelitian dipilih untuk semakin memajukan kajian akan tafsir nusantara, karena naskah ini adalah salah satu peninggalan intelektual yang ditinggalkan oleh ulama nusantara, yakni: Zaini Mun’im. Beliau adalah ulama’ asal Jawa timur. Memang meski penafsiran tersebut masih dalam bentuk tulisan tangan yang belum dibukukan dan dipublikasikan ke halayak umum. Namun kandungan dalam tafsir karya Zaini Mun’im ini sarat dengan pesan-pesan moral yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita saat ini dan seterusnya. Jadi penelitian ini dilandasi oleh persoalan kebanyakan umat islam yang semakin kompleks dan kurang menghayatinya makna mukmin, dan dalam ketidakberdayaannya hukum islam menghadapi kemajuan dunia modern, penggunaan pendekatan maqashidi di dalam kitab tafsir Al- quran bil Al imlak karya KH. Zaini Mun’im dianggap sebagai cara dalam menggambarkan dasar hukum islam yang mampu menjawab kebutuhan umat manusia saat ini, sebab salah satu keunggulan pendekaatan ini adalah adanya penawaran teori ‘human develoment’ sebagai target utama dari konsep maslahah. Inilah yang menjadi perhatian khusus dalam penelitian kontemporer saat ini. sesuai dengan standart ilmiah saat ini dan dirujukkan kependekatan maqashidh al-Syariah dalam tafsir Zaini Mun’im. Konsep fiqh modern ini pun menegaskan bahwa islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan memberi solusi untuk kehidupan manusia agar selaras dan seimbang; meski saat sampai pada tataran yang lain, iman masuk pada persoalan hati dan perbuatan batin dari hati. Hal inilah yang menjadi konsep sistem Al-Qur’an yang dapat mengatur kehidupan umat islam padda khususnya agar sejalan dan sesuai aturan dan memberi manfaat bagi manusia secara umumnya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Barlaman, Syafik Wazanaswbnong@gmail.comE93216151
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSucipto, Mohammad Hadihadi_hz@uinsby.ac.id2010037502
Thesis advisorBilla, Mutamakkin--197709192009011007
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah

Biografi
Dakwah
Keywords: Mukmin; Zaini Mun’im; Maqasidh al-Syari’ah.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Syafiq Wazan Barlaman
Date Deposited: 23 Mar 2021 07:24
Last Modified: 23 Mar 2021 07:24
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/47083

Actions (login required)

View Item View Item