Sistematika surat Al Quran dalam mushaf antara taufiqi dan ijtihad

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Isnaini, Isnaini (1998) Sistematika surat Al Quran dalam mushaf antara taufiqi dan ijtihad. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (166kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (118kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (621kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (962kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (244kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (212kB) | Preview

Abstract

Ilmu tartib as suwar adalah ilmu yang membahas bagaimana tartib surat surat al qur’an itu disusun. Apakah susunan surat surat itu berdasarkan ketentuan dari nabi SAW atau usaha orang lain dalam hal ini para sahabat. Tertib urutan surat dalam al qur’an sebagaiman mushaf sekarang ini, disusun tidak berdasarkan kronologis turunnya. Dimana hal ini dengan jelas di ketahui oleh seluruh umat islam. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika muncul berbagai pertanyaan yang mempersoalkan tentang bagaimana sesungguhnya penyusunan surat surat itu sampai menjadi seperti yang sekarang ini. Begitu juga mengenai tertib atau urutan penyusunan ayat ayat al qur’ansebenarnya telah menjadi kesepakatan secara umum dikalangan umat islam, bahwa susunan ayat ayat al qur’an tersebut sebagaimana kita lihat pada mushaf yang ada ditangan umat islam sekarang ini adalah berdasarkan taufiqi dari nabi SAW artinya bahwa penyusunan ayat ayat al qur’an tersebut berdasarkan petunjuk dari nabi SAW yang ia terima dari allah SWT melalui perantaraan malaikat jibril.
Penelitian ini menggunakan library research yaitu dengan cara membaca dan menelaah kitab kitab serta buku buku yang ada kaitannya dengan pembahasan skripsi ini. Metode yang digunakan yaitu metode historis metode ini akan mengungkapkan sesuatu atau sejarah apa adanya tanpa menarik kesimpulan. - Metode deduktif yang mengambil atau mengambarkan semua data data yang bersifat umum menuju kesimpulan yang bersifat khusus. - Metode induktif yang digunakan untuk menganalisa serta menjabarkan semua data yang bersifat khusus menuju kesimpulan yang bersifat umum. – Metode komparatif metode ini membandingkan antara pendapat yang satu dengan yang lainnya kemudian menganalisa dan menarik kesimpulan.
Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa ulama’ berbeda persepsi dalam persoalan sistematika surat dalam al qur’an. Sebagaian ulama’ mengatakan bahwa penetapan sestimatika surat itu bersifat taufiqi, sedangkan sebagaian kecil ulama’ mengatakan bersifat ijtihadi, dan terdapat kelompok yang memadukan kedua persepsi diatas bahwa ada sebagaian tertib surat bersifat taufiq dan sebagaian surat bersifat ijtihad sahabat. Adapun sistematika ayat ayat dalam al qur’an telah menjadi consensus (ijma’) dikalangan ulama’ bersifat taufiqi, Tapi mereka berbeda pendapat tentang cara mengetahui suatu ayat bersifat taufiqi Sedangkan menurut sebagaian kecil ulama’ untuk mengetahui ayat kadang kala bersifat taufiqi dan bersifat ijtihadi. Jumlah ayat yang disepakati dalam al qur’an berjumlah 114 surat dan 6000 ayat selebihnya masih diperselisihkan

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Isnaini, Isnaini--059310016
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRowi, M. Roem----
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keywords: Al Qur’an; Mushaf; Taufiqi; Ijtihad
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Arsip Ushuluddin
Depositing User: Editor : Yuhyil Ayda------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 19 Feb 2016 03:29
Last Modified: 13 Oct 2020 00:34
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/4787

Actions (login required)

View Item View Item