Larangan wanita memakai minyak wangi: studi ma'anil hadis dalam sunan al-nasa'i no indeks 5126

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Qudin, Aries Sholeh (2021) Larangan wanita memakai minyak wangi: studi ma'anil hadis dalam sunan al-nasa'i no indeks 5126. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Aries Sholeh Qudin_E95217022.pdf

Download (1MB)

Abstract

Selain menjaga kebersihan dan kerapihan tuntutan untuk menjaga aroma tubuh agar tetap wangi dan segar sudah menjadi kewajiban siapa saja sebagai mahkluk sosial yang banyak bertemu dengan banyak orang setiap harinya. Pada zaman sekarang memakai minyak wangi merupakan bentuk profesionalitas seseorang. Dalam skripsi ini penulis akan membahas pemahaman hadis Nabi tentang larangan terhadap penggunaan minyak wangi pada wanita. Adapun rumusan masalah yakni Pertama, Bagaimana kualitas dan ke-hujjah-an hadis larangan wanita memakai minyak wangi dalam kitab Sunan al-Nasa’i nomer indeks 5126. Kedua, Bagaimana pemaknaan hadis tentang larangan wanita memakai minyak wangi dalam kitab Sunan al-Nasa’i nomer indeks 5126 . Ketiga, Bagaimana implikasi hadis larangan wanita memakai minyak wangi dalam kehidupan. Penelitian ini bersifat library research (kepustakaan), sehingga dalam proses analisisnya dengan cara mengumpulkan data-data baik dari buku, kitab, jurnal ataupun sumber-sumber lainnya. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab hadis kitab Sunan al-Nasa’i, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur yang memiliki relevansi dengan objek kajian. Dalam penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan diantaranya adalah: Pertama, hadis ini memiliki kualitas sahih lidzatihi dan maqbul ma’mulum bihi. Kedua, hadis ini memiliki makna jika wanita yang memakai wewangian yang memiliki aroma semerbak, kemudian melewati sekumpulan kaum lelaki dengan niat disengaja agar mereka tercium baunya, maka ia adalah pezina. Ketiga, Implikasi memakai minyak wangi dalam kehidupan yakni dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri serta berbau harum terdapat energi cinta yang merupakan tanda adanya keimanan seseorang. Wanita dibolehkan memakai minyak wangi dengan syarat hanya dapat dicium oleh dirinya sendiri dan dilarang memakai minyak wangi jika bertujuan menarik perhatian.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Qudin, Aries Sholehariessholeh1699@gmail.comE95217022
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorFadlilah, Nurnurfadlilah.uinsa@gmail.com2031015801
Subjects: Wanita
Keywords: Wanita; Minyak Wangi; Sunan Al-Nasa’i.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Aries Sholeh
Date Deposited: 20 Jul 2021 03:44
Last Modified: 20 Jul 2021 03:44
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/48653

Actions (login required)

View Item View Item