Analisis hukum pidana islam terhadap penjatuhan hukuman atas tindak pidana perdagangan orang: studi putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya nomor 55/Pid.Sus/2020/Pn.Plk

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ghorizah, Najmah (2021) Analisis hukum pidana islam terhadap penjatuhan hukuman atas tindak pidana perdagangan orang: studi putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya nomor 55/Pid.Sus/2020/Pn.Plk. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Najmah Ghorizah_C93217102.pdf

Download (1MB)

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan disini yakni penelitian hukum normatif dengan pendekatan kasus dan pendekatan komparatif. Adapun mengenai pengumpulan data yang dikumpulkan dengan cara studi kepustakaan dengan mengumpulkan dokumen-dokumen terkait permasalahan. Sedangkan teknik analisis data disini menggunakan pola pikir deduktif, yang menganalisis data dan ditarik kesimpulan secara generalis. Penelitian ini menghasilkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 55/Pid.Sus/2020/PN.Plk tentang tindak pidana perdagangan orang, pertimbangan hukum hakim dalam putusan tersebut setelah hakim memeriksa semua bukti-bukti yang diajukan oleh penuntut umum yang menjatuhkan pidana penjara 3 tahun 6 bulan dan pidana denda Rp 120 juta, sedangkan majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 2 tahun serta menjatuhkan pidana denda sebesar Rp 100 juta. Dimana bunyi dari Pasal 2 ayat 1 UU No 21 tahun 2007 dijatuhkan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan yang paling banyak Rp 600 juta. Hakim menjatuhkan hukuman kurang sesuai dengan UU yang berlaku dan menjatuhkan hukuman pidana penjara dibawah minimum terhadap ketentuan yang ada, karena hal yang meringankan terdakwa termasuk belum pernah melakukan kejahatan sebelumnya dan terdakwa pula mengakui atas perbuatanya tersebut. Dalam hal ini tidak sesuai dengan teori pertimbangan hakim yang mana hakim tidak boleh menjatuhkan hukuman yang lebih rendah dari batas yang yang sudah ditentukan. Dalam analisis hukum pidana islam, teori zawajir ini sebagai hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku tindak pidana sesuai dengan apa yang dilakukan yang mana batas hukumannya ditentukan oleh ulul amri. Jarimah yang dilakukan terdakwa termasuk bentuk jarimah ta’zir dan dikarenakan kejahatan perdagangan orang itu didalam Al-Qur’an dan hadits sudah dijelaskan larangannya tetapi sanksi hukumannya belum dijelaskan secara jelas. Yang mana hukumannya sesuai dengan apa yang dilakukan oleh terdakwa. Dengan memperhatikan sebab dan akibat yang ditimbulkan, pengutamaan tujuan dari hokum pidana islam dengan memperlihatkan dari tingkat tinggi dan rendahnya perbuatan terdakwa. Dan berdasarkan skripsi ini ada beberapa saran, pertama kepada Majelis Hakim diharapkan lebih mempertimbangkan kembali mengenai hukuman yang diberikan kepada pelaku tindak pidana. Kedua, kepada masyarakat hendaknya lebih waspada dan menghindari adanya tindak pidana perdagangan orang. Ketiga, aturan UU yang ditetapkan diharapkan bisa memberikan pelajaran bagi pelaku tindak pidana.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ghorizah, Najmahnghorizah@gmail.comC93217102
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMuwahid, Muwahidmuwahid@uinsby.ac.id2010037801
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Keywords: Perdagangan Orang;
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Najmah Ghorizah
Date Deposited: 14 Nov 2021 21:26
Last Modified: 14 Nov 2021 21:26
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/51021

Actions (login required)

View Item View Item