Kisah Nabi Syu’aib perspektif Jhon Wansbrough: studi kritik sastra

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hasanah, Usawatun (2020) Kisah Nabi Syu’aib perspektif Jhon Wansbrough: studi kritik sastra. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Uswatun Hasanah_E93216152.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya pemikiran orientalis penganut faham revisionis seperti Jhon Wansbrough yang paradigmanya berusaha mereduksi Alquran sehingga berujung pada revitalisasi kajian Alquran. Wansbrough merujuk pada ayat-ayat tentang kisah, seperti kisah Nabi Syu‟aib dalam Alquran yang kemudian diaplikasikan dengan metodologi Bibel. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan makna kisah Nabi Syu‟aib menurut interpretasi Jhon Wansbrough, menganalisis karakteristik pemikiran Jhon Wansbrough tentang pemaknaan kisah Nabi Syu‟aib dan konstribusi kritik sastra terhadap ulumul Qur‟an Modern. Metode yang digunakan Wansbrough adalah kritik sastra (Literary criticism), yang merupakan bentuk importasi teknik-teknik kajian Bibel (Biblical criticism). Dalam penguraian makna kisah Nabi Syu‟aib, Wansbrough melakukan komparasi tiga versi kisah Nabi Syu‟aib yaitu Alquran surat Al-A‟raf ayat 85-93, Hud ayat 84-95 dan Asy-Syu‟ara ayat 176-190. Hasil penelitian ini meliputi: Pertama, kisah Nabi Syu‟aib menurut Wansbrough terdiri dari tiga versi kisah dengan subtansi sama namun komponen yang terkandung berbeda sehingga versi A yang paling kohern dan versi C yang kurang koheren. Kedua, karakteristik pemikiran Wansbrough berangkat dari skeptisisme sehingga meragukan historisitas Alquran dan textus receptus yang dianggap belum final. Minimnya bukti-bukti kesejarahan yang dapat membuktikan historisitas Alquran baik arkeologi dan numistik yang tidak ditemukan yang menyebabkan Wansbrough skeptis dan mengasumsikan bahwa Alquran hanya bentuk konspirasi muslim awal yang terbangun di atas bentuk tradisi. Latar belakang pemikiran Wansbrough yaitu ditemukannya ayat-ayat duplikat tentang tiga versi kisah Nabi Syu‟aib yang terdapat sisipan tradisi Yahudi-Nasrani dalam Perjanjian Lama. Ketiga, mengutip dari pendapat Amin Khuli bahwa dengan pendekatan yang berbasis sastra ini merupakan tawaran alternatif yang dapat menjauhkan peneliti atau mufasir dari kepentingan ideologi, fanatisme aliran maupun madzhab yang berujung pada subjektifitas penelitian. Dalam penerapan metode ini dapat mengetengahkan makna Alquran baik ditinjau dari unsur ekstrinsik ataupun dari unsur instrinsik tubuh teks itu sendiri sehingga dapat menghasilkan makna yang bersumber akurat.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hasanah, Usawatunuswahasanah641@gmail.comE93216152
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPurwanto, Purwantojalamakna@gmail.com2017047802
Subjects: Cerita dalam Al Qur'an
Keywords: Kisah Syu'aib; kritik sastra; Jhon Wansbrough.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Uswatun Hasanah
Date Deposited: 07 Feb 2022 04:22
Last Modified: 07 Feb 2022 04:22
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/51651

Actions (login required)

View Item View Item