Perkembangan Ideologi Takfiri di Indonesia dalam perspektif Hatim Al-Awni

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khilmi, Muhammad Lutfi (2021) Perkembangan Ideologi Takfiri di Indonesia dalam perspektif Hatim Al-Awni. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Lutfi Khilmi_E02217022.pdf

Download (1MB)

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini berangkat dari sebuah dinamika gerakan ideologi takfiri yang dewasa ini semakin berkembang di Indonesia, terbukti dengan mulai masuknya takfiri kedalam zona politik, agama, sosial, dan pendidikan. Ideologi takfiri sendiri merupakan sebuah paham sekaligus gerakan yang mengadopsi pemikiran-pemikiran neo khawarij dan radikal, tentu hal semacam ini sangat berdampak negatif terhadap kerukunan beragama, pendidikan kaum milenial, dan penyerapan nilai-nilai ajaran Agama.Penelitian ini sendiri bertujuan untuk melihat lebih jauh bagaimana perkembangan, pengaruh, serta proses penyerapan ideologi takfiri ini di Indonesia. Selanjutnya penelitian ini juga akan mengulas tentang Takfiri dalam pandangan Hatim al Awni sebagai salah seorang ulama yang hidup dilingkup salafi namun berpola pikir moderat, tak lupa juga didalam penelitian ini akan penulis paparkan mengenai dampak dan dinamika yang timbul akibat ideologi takfiri ini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan Research Library, sedangkan teori yang digunakan dalam skripsi ini menggunakan teori milik James Wood untuk mengetahui gelombang sosial keAgamaan yang terjadi di Indonesia (sosial Movement). Kemudian dilanjutkan menggunakan teori dari Blummer untuk melihat perkembangan dari sebuah gerakan ideologi, Blummer mengatakan bahwa setiap gerakan memiliki beberapa tahapan untuk kemudian dapat terbentuk dan terwujud: tahap kekacauan sosial, tahap kegembiraan populer, formalisasi, dan institusionalisasi (pelembagaan). Blummer kemudian mengembangkannya dengan melihat lima aspek penting dalam setiap gerakan, yakni agitasi, pengembangan esprit decorps, pengembangan moral gerakan, pembentukan ideologi, dan pengembangan taktik operasi.Kemudian hasil dari penelitian ini adalah pertama, Di Indonesia iklim berAgama masyarakat-Nya terbilang tropis, sedikit sejuk walau sesekali juga kerap memanas. Kondisi ini mengakibatkan ideologi transnasional/ Takfiri lebih mudah untuk berkompetisi dengan ideologo lokal dan puritan, sehingga perlu menurut penulis untuk kiranya mulai menerapkan counter secara mandiri bagi individu maupun kelompok dalam menyerap ajaran agama yang bernuansa radikal. Kedua, dalam menyikapi sebuah problem keAgamaan semestinya memerlukan Deep Understanding yang lebih, melihat Agama dan ajaran yang ada didalamnya merupakan hal sensitif.Takfirisme sebagai salah satu contoh bagaimana memahami ajaran Agama yang mengambang tanpa melalui tahapan-tahapan kedewasaan serta upaya memahami teks syariat secara lebih objektif dan holistik. Hal ini tentu menjadi pembelajaran bagi seluruh umat berAgama khususnya muslim untuk kemudian lebih was-was dalam menyikapi dan menyerap model hegemoni maupun dakwah yang terkesan radikal, deskriminatif dan skripturalistik terhadap pihak dan kelompok lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khilmi, Muhammad Lutfilutfialkhilmi@gmail.comE02217022
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHamdi, Ahmad Zainulahmadinung@uinsby.ac.id2018057203
Subjects: Ideologi Islam
Pemikiran
Keywords: Transnasional; Doktrin; Takfir.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: muhammad Lutfi khilmi
Date Deposited: 25 Feb 2022 16:37
Last Modified: 25 Feb 2022 16:37
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/52255

Actions (login required)

View Item View Item