Metode pengobatan gurah perspektif medis : studi living hadis riwayat Imam al-Tirmidhi nomor indeks 2047

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Khaliim, Abdul (2022) Metode pengobatan gurah perspektif medis : studi living hadis riwayat Imam al-Tirmidhi nomor indeks 2047. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Abdul Khaliim_E95218066 OK.pdf

Download (1MB)

Abstract

Gurah adalah salah satu pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara membersihkan dan mengeluarkan lendir yang kotor, beracun, dan terinfeksi berbagai kuman penyakit melalui lubang hidung. Dalam sebuah hadis riwayat Imam al-Tirmidhi nomor indek 2047, Rasulullah menjelaskan bahwa salah satu sebaik-baik obat adalah gurah (metode pengobatan dengan memasukkan obat lewat hidung). Namun, pada sebuah artikel yang ditulis oleh seorang dokter yang bernama Dr. S. Hendradewi SpTHT (K), Msi Med, menyatakan bahwa gurah merupakan terapi yang cenderung berbahaya.. Hal tersebut berbanding terbalik dengan penjelasan hadis Nabi SAW yang mengatakan bahwa gurah merupakan salah satu sebaik-baik pengobatan. Menindak lanjuti masalah tersebut, penelitian akan menitik beratkan penelitian pada kajian kritik sanad dan matan hadis supaya dapat diketahui bagaimana kualitas sanad dan matan hadis tersebut. Hadis tentang pengobatan gurah yang merupakan pengobatan tradisional juga akan dikolerasikan dengan pendapat para dokter modern dan praktisi gurah. Penelitian ini bersifat kepustakaan atau library research, sehingga cara yang digunakan dalam proses analisis adalah dengan mengumpulkan data-data kepustakaan baik berupa buku, kitab dan jurnal. Data primer yang digunakan adalah kitab hadis Sunan al-Tirmidhi sedangkan objek sekundernya menggunakan literature yang memiliki relevasi dengan objek kajian. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian hadis riwayat Tirmidhi nomor 2047 tentang metode pengobatan gurah tergolong kedalam hadis yang memiliki kualitas Hasan li-Dzatihi dikarenakan terdapat salah satu perawi bernama Muhammad bin Madduwaih mendapatkan komentar shoduq atau lemah hafalannya oleh ibn hajar dan dinilai thiqah oleh Ibn Hibban. Namun penulis menggunakan kaidah al-Jarh muqaddam al al-ta’dil sehingga kualitas hadis tersebut menjadi Hasan li-Dzatihi. Sedangkan dari segi kehujjahan, hadis tersebut bisa diterima dan diamalkan. Kemudian hasil dari penelitian ini juga menunjukah bahwa terapi gurah memang diyakini memiliki efek untuk menyembuhkan dan menjadikan suara lebih jernih dengan catatan terapi gurah harus dilakukan oleh orang yang benar-benar memiliki ilmu dibidang terapi gurah. Namun mayoritas Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan menganjurkan untuk melakukan pengobatan di tempat yang sudah pasti terjamin legalitas dan sertivikasinya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Khaliim, AbdulE95218066@uinsby.ac.idE95218066
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIchwayudi, Budib.ichwayudi@uinsby.ac.id2016047602
Subjects: Hadis
Keywords: Terapi Gurah; Imam al-Tirmidhi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: ABDUL KHALIIM
Date Deposited: 02 Aug 2023 07:58
Last Modified: 02 Aug 2023 07:58
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/56418

Actions (login required)

View Item View Item