Karakteristik pertumbuhan pesantren di Bima: telaah historis sekuens kemunculan lembaga pendidikan Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mukhlis, Mukhlis (2020) Karakteristik pertumbuhan pesantren di Bima: telaah historis sekuens kemunculan lembaga pendidikan Islam. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mukhlis_F23116091.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian yang mendalam tentang pertumbuhan pesantren sebagai fenomena unik di berbagai daerah urgen dilakukan sehingga dapat diperoleh penggambaran yang komprehensif tentang pertumbuhan pesantren di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik pertumbuhan pesantren di Bima - Nusa Tenggara Barat. Ada tiga pertanyaan penelitian yang diajukan, yaitu: 1) Mengapa lembaga pendidikan pesantren di Bima baru muncul pertama kali sekitar 350 tahun setelah masuk dan berkembangnya Islam dan setelah kemunculan madrasah serta sekolah Islam? 2) Bagaimana pertumbuhan lembaga pendidikan pesantren di Bima? dan 3) Bagaimana motif pendirian pondok pesantren di Bima. Penelitian ini memadukan teknik penelitian kepustakaan dan lapangan dalam kerangka metode kualitatif. Setelah melakukan analisis data kepustakaan dan lapangan, peneliti menyimpulkan sebagai berikut: 1) Keterlambatan munculnya pesantren di Bima disebabkan oleh: (a) pola islamisasi yang top-down, di mana raja memeluk Islam, menjadikan Islam sebagai agama kerajaan, dan menata semua bidang kehidupan keberagamaan rakyat, termasuk pendidikan, (b) Resource keulamaan terekrut seluruhnya dalam struktur keulamaan kesultanan mulai dari level pusat (istana) hingga ke level desa yang jumlahnya lebih dari 350 orang, dan juga terserap menjadi guru formal di madrasah milik kesultanan, (c) Kesultanan melakukan institusionalisasi lembaga pendidikan dalam bentuk madrasah dan sekolah yang jumlahnya mencapai 31 buah (1951) dan menjadi 75 buah (1968); 2) Pertama kali pesantren muncul di Bima pada tahun 1968 dan tidak mengalami penambahan hingga waktu sepuluh tahun kemudian, 1978. Tren pertumbuhan pesantren dalam 30 tahun periode awal (1968-1997) lambat dimana muncul 16 pesantren baru; 11 di antarannya eksis hingga kini, sedangkan 5 pesantren tutup. Tren pertumbuhan pada periode kedua (1998-2018) sangat cepat dimana muncul 61 pesantren baru; 41 di antaranya eksis hingga kini dan 20 lainnya tutup. Jadi, hingga tahun 2018 muncul 77 pesantren di Bima; 52 di antaranya masih eksis sedangkan 25 tutup. 3) Motif yang melatari pendirian pesantren di Bima beragam. Secara prioritas motif-motif itu meliputi: (a) motif pendidikan, (b) motif dakwah, (c) motif pemberdayaan, (d) motif ekonomi, (e) motif ideologi agama, dan (f) motif ideologi mazhab/organisasi. Dua motif pertama merupakan motif utama dan bersama; empat motif lainnya, dalam derajat yang bervariasi, dimiliki secara spesifik dan berbeda aksentuasinya di antara para pendiri pesantren.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mukhlis, Mukhlismukhlis@uinmataram.ac.idF23116091
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorBawani, Imam--2012085201
Thesis advisorAsrohah, Hanunasrohah@yahoo.com2010046801
Subjects: Pendidikan Islam
Pendidikan > Pesantren
Keywords: Pesantren; pesantren di Bima
Divisions: Program Doktor > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mukhlis Mukhlish
Date Deposited: 08 Nov 2022 03:04
Last Modified: 08 Nov 2022 03:04
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/58133

Actions (login required)

View Item View Item