Nalar Fikih Wabah: studi tentang fikih ibadah masyarakat muslim Sidoarjo di masa pandemi Covid-19

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholihuddin, Muh. (2022) Nalar Fikih Wabah: studi tentang fikih ibadah masyarakat muslim Sidoarjo di masa pandemi Covid-19. Other thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muh Sholihuddin_01040120021.pdf

Download (8MB)

Abstract

Suatu prilaku fikih pada diri seorang Muslim bisa jadi tidak murni didasarkan pada pemahaman fikihnya tetapi juga faktor teologis (keyakinan) dan sosiologis yang melekat dalam dirinya. Di sinilah, menarik dilakukan penelitian untuk mengungkap nalar fikih masyarakat terbentuk di saat terjadinya wabah Covid-19. Karena itu, rumusan masalah penelitian ini adalah; pertama, bagaimana manhaj fikih ibadah masyarakat muslim Sidoarjo di masa pandemi Covid-19?; kedua, bagaimana motif fikih ibadah masyarakat muslim Sidoarjo di masa pandemi Covid-19?; dan ketiga, bagaimana nalar fikih wabah yang dilakukan masyarakat muslim Sidoarjo di masa pandemi Covid-19?. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu melakukan pengumpulan, penganalisisan dan penginterpretasian data secara kualitatif. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dikumentasi, dan kuesioner. Sedangkan dalam penganalisisan data digunakan teori maṣlaḥah dan motif. Penelitian ini menyimpulkan; pertama, secara manhajī, fikih ibadah masyarakat Muslim Sidoarjo di masa pandemi Covid-19 berdasarkan pada ’illah al-ḥukm dan al-maṣlaḥah (perlindungan jiwa) dengan basis kewilayahan selevel RW atau RT.; kedua, terdapat 2 motif fikih ibadah dalam masyarakat Muslim Sidoarjo, yaitu motif akidah dan motif sosial; ketiga tipologi nalar fikih ibadah masyarakat muslim ada dua, yaitu rasional dan irrasional. Rasional terbagi menjadi tiga, yakni rasional-teosentrisme, rasional-antroposentrisme, dan rasional-ambiguisme. Implikasi teoretik penelitian ini; pertama, secara metodologi (manhajī), disertasi ini menguatkan fatwa organisasi keagamaan yang menjadikan maṣlaḥah sebagai basis metodologi; kedua, disertasi ini mengkritik sementara pihak yang menyebut bahwa keputusan fikih ibadah masyarakat muslim di masa pandemi Covid-19 cenderung sembrono dan tidak berbasis pada pengetahuan yang memadahi. Padahal, keputusan fikih tersebut didasarkan pemahaman akidah yang kuat dan benar; ketiga, disertasi ini melahirkan temuan; pertama, nalar fikih ibadah masyarakat dalam banyak hal didorong oleh motif akidah dan sosial yang menginternalisasi dalam diri mereka; kedua, nalar fikih ibadah masyarakat muslim terpetakan menjadi dua; rasional dan irrasional. Rasional terbagi menjadi tiga, yakni rasional-teosentrisme, rasional-antroposentrisme, dan rasional-ambiguisme. Hal ini menguatkan dan menjelaskan lebih lanjut temuan bahwa umat Islam dalam menghadapi wabah dengan dua kecenderungan, yaitu rasional induktif (inductive reasoning) dan rasional deduktif (deductive reasoning).

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Other)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholihuddin, Muh.msholihuddin@uinsby.ac.id01040120021
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAl Hadi, Abu Azamabuazam1958@gmail.com2012085801
Thesis advisorSyafaq, Hammishammissyafaq@yahoo.com2016017501
Subjects: Fikih
Keywords: Nalar Fikih; Pandemi Covid-19; Motif
Divisions: Program Doktor > Studi Islam
Depositing User: Muh. Sholihuddin
Date Deposited: 27 Dec 2022 04:30
Last Modified: 27 Dec 2022 04:30
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/58246

Actions (login required)

View Item View Item