Aurat perempuan menurut Ibn Ashur dan al-Ashmawi: analisis alquran surah al-nur ayat 31

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Lestari, Wulan Mufida (2023) Aurat perempuan menurut Ibn Ashur dan al-Ashmawi: analisis alquran surah al-nur ayat 31. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Wulan Mufida Lestari_E03219039 OK.pdf

Download (1MB)

Abstract

Aurat menurut bahasa adalah anggota tubuh yang harus ditutup dan dilindungi agar tidak menimbulkan rasa kecewa dan malu. Sedangkan menurut istilah ialah suatu hal yang tidak boleh dilihat atau diperlihatkan. Para ulama telah sepakat mengenai kewajiban menutup aurat tetapi mengenai batasan aurat para ulama berbeda pendapat. Salah satu factor yang menjadikan perbedaan pendapat sekaligus yang melatarbelakangi penelitian ini adalah karena alquran tidak memberikan ketegasan yang pasti mengenai tentang batasan aurat dan hadis-hadis yang dijadikan landasan merupakan hadits ahad. Dalam penelitian ini menggunakan dua rumusan masalah yaitu Bagaimana batasan-batasan aurat perempuan menurut Ibn Ashur dan al-Ashmawi dalam alquran surah al-nur ayat 31 dan Bagaimana persamaan dan perbedaan pendapat antara Ibn Ashur dan al-Ashmawi tentang aurat perempuan dalam alquran surah al-nur ayat 31?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), Jenis penelitian kepustakaan ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Sumber data utamanya ialah kitab al-Tahrir wa al-Tanwir dan Haqiqat al-Hijab wa Hujjiyyat al-Hadits. Dan metode analisis data yang digunakan menggunakan metode deskriptif komparatif.Adapun hasil dari penelitian ini adalah menurut Ibn Ashur batasan-batasan aurat perempuan ialah seluruh tubuh kecuali wajah, kedua telapak tangan dan kaki sedangkan al-Ashmawi mengatakan bahwa rambut bukan termasuk aurat, karena hadits yang saat ini dijadikan landasan hanyalah hadits ahad yang pada dasarnya tidak dapat dijadikan hujjah.”Persamaan dari penelitian ini adalah menurut Ibn Ashur dan al-Ashmawi asbabun nuzul alquran surah al-nur ayat 31 ini karena kaum jahiliyyah mempunyai tradisi menjumbaikan kerudung kebelakang (punggung), kemudian ayat ini memerintahkan kepada kaum jahiliyyah untuk mengubah tradisi lama (menjumbaikan kerudung ke punggung) yang menjadikan dada dan leher mereka terlihat menjadi tradisi baru (menjumbaikan kerudung ke dada) sehingga dada dan leher mereka tertutup. Adapun perbedaan pendapat dari kedua tokoh tersebut ialah bagaimana cara menjumbaikan kerudung dizaman modern ini, Ibn Ashur berpendapat bahwa bentuk kerudung berbeda-beda tergantung adat yang meliputi perempuan tersebut. Sedangkan al-Ashmawi berpendapat bahwa menjumbaikan kerudung sudah tidak berlaku lagi di zaman modern ini

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Lestari, Wulan Mufidawulanml04@gmail.comE03219039
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIffah, Iffahivamuzammil@yahoo.co.id2013076902
Subjects: Al Qur'an
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Wanita
Keywords: Aurat; Perempuan; Batasan-Batasan.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Wulan Mufida Lestari
Date Deposited: 17 Nov 2023 03:11
Last Modified: 17 Nov 2023 03:11
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/59324

Actions (login required)

View Item View Item