Dialektika pemahaman ayat-ayat al-Qur'an pada akun media sosial Gerakan Islam di Israel

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hafidh, Nur Fiatin (2023) Dialektika pemahaman ayat-ayat al-Qur'an pada akun media sosial Gerakan Islam di Israel. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nur Fiatin Hafidh_02040521046.pdf

Download (2MB)

Abstract

Gerakan Islam di Israel adalah organisasi keagamaan yang didirikan oleh sekelompok orang Palestina yang tersisa di Israel paska tragedi Nakba 1948. Organisasi ini didirikan pertama kali oleh Abdullah Nimr Darweesh pada tahun 1970 dan terpecah ke dalam dua gerakan; cabang utara dan selatan pada tahun 1996. Selain bergerak di luar jaringan; bidang sosial, politik, pendidikan, dan layanan keagamaan, para pemimpin gerakan juga berdakwah di media sosial dengan mengutip ayat-ayat al-Qur’an untuk menunjang materi dakwahnya. Penelitian ini menjadi penting dilakukan mengingat model dakwah di media online berbeda dengan dakwah di dunia nyata yang hanya dilakukan oleh pemegang otoritas keagamaan. Adapun dakwah di media online mendobrak aturan tersebut. Siapapun dapat mengekspresikan pemahamannya tentang Islam secara umum dan al-Qur’an secara khusus. Sebab kelonggaran akses ini, muncul tantangan seputar orisinalitas dan validitas sumbernya serta kekhawatiran lahirnya analisis yang paradoks. Berdasarkan problematika di atas, maka rumusan masalah yang muncul adalah: 1) Bagaimana karakteristik postingan ayat-ayat al-Qur’an pada akun media sosial Gerakan Islam di Israel? 2) Bagaimana wacana keislaman yang hendak dikembangkan oleh gerakan tersebut berdasarkan postingan ayat al-Qur’an di media sosial?. Penulis akan menggunakan tiga teori untuk mempermudah proses penelitian, yaitu metodologi tafsir Islah Gusmian, teori cyber Islamic environment Gary R. Bunt dan teori kognitif sosial Teun A. Van Dijk. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan. Satu, secara metodologis, postingan ayat al-Qur’an Gerakan Islam di Israel menggunakan teknik penulisan dengan sistem tematik modern singular, bentuk penulisan global non-ilmiah, dan gaya bahasa reportase. Sedangkan dari aspek hermeneutis, postingan tersebut menggunakan metode intelektual, pendekatan tekstual, dan memiliki dua tendensi; Islamisasi dan Palestinisasi. Dua, secara umum postingan ayat yang disampaikan oleh tokoh gerakan Islam cabang selatan murni dimaksudkan untuk fatwa. Berbeda halnya, dengan dakwah Kamal Khatib; tokoh di cabang utara yang kerap menyisipkan unsur e-jihad di dalam postingan ayat tersebut. Tiga, berdasarkan penerapan metodologi dari teori kognitif sosial dapat disimpulkan bahwa akun media sosial Kamal Khatib bergerak untuk menggemakan al-Aqsa dan Palestina. Dakwah di media sosial yang mengutip banyak ayat al-Qur’an bertujuan untuk mendapatkan pengakuan Muslim global terhadap al-Aqsa sebagai tempat suci ummat Islam sekaligus hendak menarik simpati mereka atas penderitaan yang menimpa masyarakat Muslim Palestina. Tidak jauh berbeda dengan Khatib, akun media sosial gerakan Islam di cabang selatan juga tidak menyetujui anarkisme zionis Yahudi Israel terhadap al-Aqsa dan Palestina. Hanya saja, orientasi postingan ayat tersebut lebih diprioritaskan untuk meneguhkan keimanan kelompok Muslim di Palestina secara khusus

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hafidh, Nur Fiatinsn.millah97@gmail.com02040521046
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKholid, Abd.a.kholid@uinsby.ac.id2002026501
Thesis advisorIwanebel, Fejrian Yazdajirdiwanebel@uinsby.ac.id2004039001
Subjects: Media Sosial
Tafsir
Keywords: Gerakan Islam di Israel; al-Qur’an; pemahaman; media sosial
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Nur Fiatin Hafidh
Date Deposited: 28 Feb 2023 07:16
Last Modified: 28 Feb 2023 07:16
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/61081

Actions (login required)

View Item View Item