Akulturasi tasawuf dalam budaya lokal: studi konstruksi sosial dakwah Tarekat Qodiriah Naqshabandiyah Ma’had Suryalaya di Desa Bolang Kecamatan Dayeuh Luhur Kabupaten Cilacap

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fauzi, Hepi (2022) Akulturasi tasawuf dalam budaya lokal: studi konstruksi sosial dakwah Tarekat Qodiriah Naqshabandiyah Ma’had Suryalaya di Desa Bolang Kecamatan Dayeuh Luhur Kabupaten Cilacap. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Hepi Fauzi_02040720014.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dakwah Tarekat Qodiriah Naqshabandiyah (TQN) Ma’had Suryalaya di Desa Bolang berpengaruh terhadap kebiasaan yang berlaku di masyarakat. Konsekuensi dari pertemuan antara Tasawuf dan budaya lokal membuat masyarakat harus beradaptasi dengan nilai-nilai baru. Dampaknya adalah nilai-nilai Tasawuf dan budaya lokal saling mempengaruhi dan mengalami perubahan hingga menunjukan ciri-ciri tertentu.Penelitian ini mengkaji tentang proses akulturasi dan bentuk akulturasi Tasawuf dengan budaya lokal di Desa Bolang, Kecamatan Dayeuh Luhur, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Proses pengumpulan data didapatkan melalui observasi lapangan, wawancara serta dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses akulturasi Tasawuf dengan budaya lokal melalui dakwah dilakukan dengan pendekatan terhadap karakteristik masyarakat Desa Bolang yang menjadikan mistis dan magis sebagai solusi setiap menghadapi permasalahan. Bimbingan secara kontinuitas melalui kegiatan rutinan Majelis Khotaman, Manaqib, dan Suplemen merupakan cara untuk tetap menjaga keistiqomahan Ikhwan dalam menjalankan amaliah TQN Ma’had Suryalaya. Penetapan metode yang dilaksanakan melalui Power Strategy dan Persuasif Strategy. Faktor yang menjadi penghambat akulturasinya adalah faktor finansial, faktor sosial dan politik, serta faktor tempat kegiatan rutinan. Inti dari dogma Islam dalam ajaran TQN Ma’had Suryalaya masih original meskipun berakulturasi dengan budaya lokal. Bentuk akulturasi antara TQN Ma’had Suryalaya dan budaya lokal disana adalah mengganti sesajen pada tradisi Neundeunan dengan fatihah dan berhenti mendatangi Punduh Kokolot atau dukun saat menghadapi permasalahan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fauzi, Hepielfauzisteven@gmail.com02040720014
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorZuhriyah, Luluk Fikrielfikrizz@yahoo.com2004126901
Thesis advisorSantoso, Agusagus.santoso@uinsby.ac.id2025087001
Subjects: Antropologi Budaya
Budaya - Agama
Tasawuf
Budaya
Keywords: Akulturasi; Tasawuf; Budaya Lokal.
Divisions: Program Magister > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Hepi Fauzi
Date Deposited: 25 May 2023 14:42
Last Modified: 25 May 2023 14:42
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/62647

Actions (login required)

View Item View Item