Analisis komparatif istinbat hukum Wahbah al-Zuḥayli dan Yusuf al-Qardawi dalam pembayaran zakat fitrah menggunakan uang tunai di Indonesia

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rahmawida, Varadilla Fitri (2023) Analisis komparatif istinbat hukum Wahbah al-Zuḥayli dan Yusuf al-Qardawi dalam pembayaran zakat fitrah menggunakan uang tunai di Indonesia. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Varadilla Fitri Rahmawida_C95219061 OK.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau yang biasa disebut dengan Library Research. Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang memakai teknik untuk memperoleh data informasi dengan menggunakan fasilitas yang terdapat di perpustakaan, seperti buku, majalah, dokumen, catatan dari kisah-kisah sejarah. Kemudian data yang telah terhimpun itu disusun secara sistematis sehingga menghasilkan data yang konkret dan valid tentang hukum membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai. Setelah itu, data yang tersebut dianalisis menggunakan teknik komparatif atau membandingkan anatar pendapat kedua ulama besar, yakni Wahbah Al-Zuḥayli dan Yūsuf Al-Qarḍāwi. Hasil temuan dari penelitian ini adalah pertama, Wahbah Al-Zuḥayli berpendapat bahwa membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai tidak diperbolehkan dengan alasan membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai tidak sesuai dengan apa yang telah diajarkan oleh Rasulullah Saw. Kedua, Yūsuf Al-Qarḍāwi berpendapat bahwa membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai diperbolehkan dengan alasan diperbolehkan pindah dari suatu benda kepada benda yang tidak sejenis, artinya diperbolehkan membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai. Ketiga, metode istinbat yang digunakan Wahbah Al-Zuḥayli dalam tidak membolehkan membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai tersebut berdasarkan pada al-Qur’an atau hadis. Sedangkan Yūsuf Al-Qarḍāwi membolehkan dengan berdasar pada ijma’. Demikian sesuai penjelasan kesimpulan di atas maka penulis menyarankan: pertama, seharusnya muzakki lebih memperhatikan jumlah uang yang akan dibayarkan kepada mustahik senilai dengan makanan pokok yang telah diatur dalam hadis Rasulullah Saw. Agar tidak terjadi kekeliruan dalam melaksanakan rukun Islam yang ketiga tersebut. Kedua, lebih baik apabila lembaga amil zakat agar lebih gencar dan lebih transparan mengenai jumlah uang yang seharusnya dibayarkan ketika harus membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai. Ketiga, diharapkan para ulama, kiyai, ustadz, dan akademisi agar lebih giat untuk memberikan arahan mengenai persoalan pembayaran zakat fitrah menggunakan uang tunai kepada masyarakat, terkhusus kepada akademisi agar mengkaji lebih dalam lagi mengenai pembayaran zakat fitrah menggunakan uang tunai.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rahmawida, Varadilla Fitrivaradillahabsyi@gmail.comC95219061
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRiza, A. Kemalkemalespe@yahoo.com2001077502
Subjects: Fikih > Fikih Perbandingan
Fikih
Zakat
Keywords: Zakat; Zakat fitrah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Varadilla Fitri Rahmawida
Date Deposited: 18 Aug 2023 01:18
Last Modified: 18 Aug 2023 01:18
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/64264

Actions (login required)

View Item View Item