Penerapan Diversi dalam tindak pidana kekerasan bullying oleh pelajar: studi kasus di Kepolisian Resor Malang Kota

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Aguilera, Jessica Anantasya Kevin (2023) Penerapan Diversi dalam tindak pidana kekerasan bullying oleh pelajar: studi kasus di Kepolisian Resor Malang Kota. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Jessica Anantasya Kevin Aguilera_C93219082 OK.pdf

Download (1MB)

Abstract

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian hukum empiris melalui pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder, data primer didapat dari wawancara kepada penyidik Unit Perempuan dan Anak Polresta Malang Kota sedangkan data sekunder diperoleh dari menelaah buku, jurnal, undang-undang, dll. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis berdasarkan perspektif undang-undang dan hukum pidana Islam.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: pertama, Kepolisian Resor Malang Kota menangani tiga kasus bullying oleh pelajar dari tahun 2020-2022, dari 3 kasus tersebut 1 kasus berhasil mencapai kesepakatan damai dan 2 kasus lainnya lanjut ke pengadilan. Hal ini dibuktikan dengan adanya penerapan diversi pada tindak pidana kekerasan bullying di SMP Negeri 16 Malang, kasus kekerasan bullying yang melibatkan korban anak panti asuhan dan kasus kekerasan bullying pelajar SMP oleh teman main game-nya. Dalam hal ini polisi mengumpulkan para pihak untuk dilakukan mediasi guna pencapaian kesepakatan damai. Penerapan diversi yang dilakukan oleh Kepolisian Resor Malang Kota sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak; kedua, dalam hukum Islam diversi disamakan dengan konsiliasi al-ṣulḥ. Al-ṣulḥ adalah penyelesaian perkara atau perselisihan menjadi perdamaian. Penerapan diversi yang ada di Polresta Malang Kota mempunyai konsep yang sama dengan al-ṣulḥ yakni proses dimana terjadi perdamaian antara kedua belah pihak, dan juga tidak ada yang saling dirugikan. Apabila tidak tercapai kesepakatan perdamaian, maka kasus dilanjutkan untuk di proses hukum ke pengadilan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka disarankan: pertama, kepada orang tua, hendaknya lebih ekstra lagi dalam hal mengawasi, menjaga serta menanamkan nilai-nilai moral kepada anak.; kedua, diharapkan pihak sekolah harus meningkatkan pengawasan dan memberikan sosialisasi terkait tindakan bullying.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Aguilera, Jessica Anantasya Kevinjessica.ananta5@gmail.comC93219082
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMusyafa'ah, Nurlailatulshafaadesign@yahoo.com2006047901
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Penganiayaan
Keywords: Bully; bullying
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Jessica Anantasya Kevin Aguilera
Date Deposited: 18 Sep 2023 14:39
Last Modified: 18 Sep 2023 14:39
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/65077

Actions (login required)

View Item View Item