Analisis penggunaan media sosial instagram bagi praktisi profesional konseling untuk penyintas cyber harassment menggunakan critical incident technique (cit)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wahyuningtyas, Farah Dwi (2023) Analisis penggunaan media sosial instagram bagi praktisi profesional konseling untuk penyintas cyber harassment menggunakan critical incident technique (cit). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Farah Dwi Wahyuningtyas_H76219021.pdf

Download (2MB)

Abstract

Informasi yang disajikan teknologi melalui media sosial Instagram memudahkan komunitas, organisasi, dan lembaga seperti Komunitas Women Studies Centre (WSC) untuk menyediakan layanan pengaduan dan pendampingan bagi penyintas kekerasan khususnya perempuan. Cyber harassment merupakan tindak kejahatan atau kekerasan dalam dunia maya dan ruang siber, sehingga termasuk pada Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO). Hal ini mengakibatkan korban mengalami perlakuan tidak adil, gangguan, dan perasaan terancam. Untuk menganalisis dan menyelesaikan permasalahan pada fenomena penggunaan media sosial bagi praktisi profesional konseling (konselor) secara praktik mengenai perilaku manusia sesuai dengan aspek-aspek psikologis maka dilakukan analisis dengan metode Critical Incident Technique (CIT) dan pengolahan data penelitian menggunakan content analysis kualitatif pendekatan induktif. Data diperoleh melalui wawancara dan pengolahan data menghasilkan 83 insiden kritis. Frekuensi kode dan kategori yang muncul yaitu “U1” Penggunaan Teknologi Informasi 25 kode, “K1” Tantangan Komunikasi 14 kode, “F1” Frekuensi Penggunaan Instagram dan “P1” Pencarian Informasi Penyintas Melalui Akun Instagram masing-masing 7 kode, “L1” Faktor Waktu dalam Konseling, “M1” Ketergantungan Pada Situasi dan Kondisi, “N1” Sharing Knowledge Sebagai Konselor, “S1” Laporan Didapat Melalui Instagram, dan “V1” Fitur Variatif Instagram dengan masing-masing frekuensi muncul sebanyak 6 kode. Didapatkan hasil 63 hasil kategori masuk ke dalam insiden kritis pro, dan 22 sisanya insiden kritis kontra. Dari hasil analisis tersebut telah diketahui kejenuhan data insiden kritis pro sesuai tujuan penelitian penggunaan media sosial Instagram bagi praktisi profesional konseling untuk penyintas cyber harassment menggunakan CIT. Sehingga media sosial Instagram membuktikan adanya kegunaan ruang lingkup pembelajaran profesional untuk evaluasi para praktisi pada pengembangan praktik profesional yang lebih berkualitas, serta sangat direkomendasikan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wahyuningtyas, Farah Dwidwifarah052@gmail.comH76219021
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAmrozi, Yusufyusuf.amrozi@uinsby.ac.id2003077601
Thesis advisorAnanto, Prasasti Karunia Faristaprasasti.ananto@uinsby.ac.id2004079701
Subjects: Internet
Teknologi
Informasi
Keywords: Critical incident technique; cit; content analysis; instagram; konselor; cyber harassment
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Sistem Informasi
Depositing User: Farah Dwi Wahyuningtyas
Date Deposited: 27 Sep 2023 05:05
Last Modified: 27 Sep 2023 05:05
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/65106

Actions (login required)

View Item View Item