Penentuan ketinggian Matahari awal waktu Isya dan Subuh di Observatorium Astronomi Sunan Ampel menggunakan Sky Quality Meter

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Burika, Yuda (2023) Penentuan ketinggian Matahari awal waktu Isya dan Subuh di Observatorium Astronomi Sunan Ampel menggunakan Sky Quality Meter. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Yuda Burika_C96219070.pdf

Download (8MB)

Abstract

Kajian awal waktu Isya dan Subuh masih menjadi perdebatan yang berkepanjangan karena banyak sekali penelitian tandingan yang dilakukan oleh beberapa peneliti baik instansi maupun individu, Penentuan awal Waktu Isya dan Subuh ini tidak lepas dari Pentingnya mengamati posisi matahari saat awal waktu Salat tersebut. Ketinggian matahari menjadi acuan dalam menjalankan salat, hal ini sesuai dengan beberapa hadis nabi muhammad saw. akan tetapi ketinggian matahari di setiap daerah memiliki nilai yang berbeda-beda dan cenderung jauh dari kriteria yang berlaku dan ditetapkan oleh kementrian agama, hal ini mendorong diharuskannya penelitian pengukuran ketinggian matahari awal waktu salat di berbagai tempat. Berdasarkan dari hasil penelitian yang dilakukan peneliti dalam jangka waktu selama 5 bulan ( Juni-Oktober 2022) memperoleh 154 data. data tersebut kemudian diolah menjadi grafik dan digunakan analisis sederhana untuk mendeskripsikan data. data tersebut diambil dengan 2 interval waktu berbeda, untuk Salat isya diambil dari waktu (17:00-20:00) dan untuk subuh diambil dari interval waktu (00:00-06:00). dari 154 data tersebut peneliti melakukan telaah secara visual kemudian dikatakan dari hasil penelitian ini memperoleh 38 data, 24 data Salat Subuh, dan 14 data Salat Isya, dengan grafik yang stabil pada titik beloknya sehingga dapat diketahui ketinggian matahari serta waktu awal masuk Salat Isya dan Subuh. Dalam penelitian ini menemukan data-data penting yaitu rata-rata kemunculan fajar dengan ketinggian -14 derajat dibawah ufuk dan ketinggian matahari saat waktu menghilangnya mega dengan nilai ketinggian -11 derajat dibawah ufuk. yang mana berbeda dengan kriteria yang ditetapkan Kementerian Agama. sehingga ada selisih rata-rata 10 menit dari awal waktu salat berdasarkan jadwal yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, maka dibutuhkan koreksi serta tinjauan ulang kriteria tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Burika, Yudayudaburika19@gmail.comC96219070
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSopwan, Novisopwan@uinsby.ac.id2021118402
Subjects: Fikih
Agama dan Ilmu Pengetahuan
Falak
Keywords: Observatorium Astronomi, ilmu falak, astronomi, isya, shubuh
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak
Depositing User: Yuda Burika
Date Deposited: 10 Oct 2023 01:36
Last Modified: 10 Oct 2023 01:36
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/65751

Actions (login required)

View Item View Item