Makna libas dalam surah al-araf ayat 26: studi komparatif kitab tafsir al-ta’wilat al-najmiyyah fi altafsir al-ishari al-ṣufi dan ruh al-ma’ani

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Muttaqin, Tajul (2023) Makna libas dalam surah al-araf ayat 26: studi komparatif kitab tafsir al-ta’wilat al-najmiyyah fi altafsir al-ishari al-ṣufi dan ruh al-ma’ani. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Tajul Muttaqin_E93219124.pdf

Download (1MB)

Abstract

Di dalam Al-Qur’an libās merupakan diantara salah satu term yang ada. Untuk mengetahui lebih dalam makna tersebut peneliti mengkaji berdasarkan perspektif mufasir dan ulama lainnya pada Al A’rāf ayat 26. Konklusi mengenai makna libās adalah pakaian ketakwaan. Penelitian ini behaluan menjawab dua permasalahan: (1) Bagaimana penafsiran makna libās pada tafsīr Al-Ta’wīlāt Al-Najmiyyah dan Rūh Al-Ma’ānī? (2) Bagaimana komparasi persamaan serta perbedaan Tafsīr dalam Al-Ta’wīlāt Al-Najmiyyah dan Rūh Al-Ma’ānī mengenai makna libās dalam Al-Qur’an? Adapun penelitian ini menggunakan literatur kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif dengan meneliti dan mencari sumber data yang membahas mengenai libās dalam Al-Qur’an, dengan pendekatan deskriptif analitis dan teknik analisis (content). Melalui metode komparasi penelitian ini mengungkapkan perbedaan dan persamaan dengan memakai metode muqaran yaitu memakai perbandingan ayat-ayat Al-Qur’an yang satu dengan lainnya dalam kitab Al-Ta’wīlāt Al-Najmiyyah dan Rūh Al-Ma’ānī Hasil dari penelitian ini ditemukan, pertama Najm al-Dīn memaknai sebagai pakaian syariat pada kata libās yang pertama, kemudian pada kata yang kedua sebagai pakaian hati, ruh, dan rahasia. Kedua Al-Alūsī pada kata yang pertama sebagai pakaian atau baju, pada yang kata libās yang kedua sebagai amal shaleh, takut kepada Allah, rasa malu, iman, dan pakaian perang atau perisai yang diambil dari beberapa riwayat. Ketiga persamaan antara kedua mufassir tersebut dalam menafsirkan kata libās menggunakan metode tahlili dan menggunakan metode bayani, begitupun pada coraknya menggunakan tafsīr ishāri. Keempat perbedaan mengenai penafsiran makna libās Najm al-Dīn memaknainya memakai corak ishāri (tidak langsung). Sedangkan Al-Alūsī memaknainya mengambil dari riwayat riwayat menafsirkanya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Muttaqin, Tajultaj.elmuttaqin0403@gmail.comE93219124
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorPurwanto, Purwantojalamakna@gmail.com2017047802
Subjects: Al Qur'an
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tasawuf
Keywords: Libas; al-ta’wilat al-najmiyyah; ruh al-ma’ani
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Tajul Muttaqin
Date Deposited: 19 Oct 2023 01:36
Last Modified: 19 Oct 2023 01:36
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/66090

Actions (login required)

View Item View Item