Transformasi budaya penduduk etnis Tionghoa dan etnis Jawa di kompleks Pesarean Gunung Kawi Kabupaten Malang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wibowo, Muhammad Rizki (2023) Transformasi budaya penduduk etnis Tionghoa dan etnis Jawa di kompleks Pesarean Gunung Kawi Kabupaten Malang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Rizki Wibowo_E92216038 ok.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Muhammad Rizki Wibowo_E92216038 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 December 2026.

Download (2MB)

Abstract

Negara Indonesia dikenal dengan kemajemukan pada kebudayaannya yang beragam, selama berabad-abad negara Indonesia menjadi sasaran geopolitik negara diluar. Berawal dari kebudayaan Hindu – Budha, Dunia Timur dari perdangangan dan Dunia Barat dari penjajahan. Setelah pecangnya perang Diponegoro pada tahun 1830 yang berakhir dengan kekalahan di pihak pribumi, seorang kyai kerajaan mengungsi ke timur hingga sampai di Blitar, tepatnya di kasembon. Beliau bernama Kyai Zakaria II yang kemudian akrab dipanggil eyang Djugo. Beliau sangat mahir dalam pengobatan herbal dan seorang guru spiritual, sampai didirikan padepokan Mbah Djugo dengan murid-murid yang dari beberapa golongan, salah satunya dari etnis Tionghoa yang sudah masuk di Indonesia pada zaman itu, kisah tersebut yang menjadi kunci dalam penelitian ini karena sebagai seorang guru spiritual keagamaan dengan keterbukaan menerima golongan lain untuk berguru kepada beliau. Loyalitas yang dimiliki para murid eyang Djugo sangatlah besar, sewaktu beliau wafat dan dimakamkan di desa wonosari yang nantinya menjadi Pesarean Gunung Kawi yang menjadi destinasi wisata religi masyarakat umum di provinsi Jawa Timur. Dimakamkan dengan sahabatnya di kerajaan, RM Imam Sudjono berperan untuk memantapkan fondasi di gunung kawi, dengan membangun Klenteng dan Masjid disatu kompleks pesarean Gunung Kawi. Harmonisasi pluralism yang dibangun terwariskan melintasi generasi sehingga warga disana yang populasinya meski didominasi etnis jawa beragama Islam, memberikan ruang damai bagi masyarakat beretnis Tionghoa dalam bersosial dan beragama disana, sehingga pada waktu perayaan Imlek warga disana membantu dalam pelaksanaanya, hal tersebut diyakini masyarakat karena berkat salah satu murid eyang Djugo bernama Ta Kie Yem yang telah berjasa membangun desa Wonosari

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wibowo, Muhammad Rizkizigidama20@gmail.comE92216038
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRosidah, Feryani Umiferyani66@gmail.com2008026901
Subjects: Agama > Biografi Tokoh
Toleransi
Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Eyang Djugo; etnis Tionghoa; etnis Jawa; transformasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Muhammad Rizki wibowo
Date Deposited: 27 Dec 2023 06:31
Last Modified: 27 Dec 2023 06:31
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/66139

Actions (login required)

View Item View Item