Lailah Al Qadr perspektif tafsir Sufistik: studi analisis penafsiran surat Al Qadr dalam Tafsir Al-Jailani

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Maghfiroh, Ana (2024) Lailah Al Qadr perspektif tafsir Sufistik: studi analisis penafsiran surat Al Qadr dalam Tafsir Al-Jailani. Undergraduate thesis, UIN sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ana Maghfiroh_E93219077 OK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Ana Maghfiroh_E93219077 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 January 2027.

Download (2MB)

Abstract

Lailah al-Qadr merupakan malam mulia dan dimuliakan dalam Islam. Keutamaan dan kemuliaan malam Lailah al-Qadr telah banyak diceritakan oleh Rasulullah saw. Lailah al-Qadr dikenal sebagai malam seribu bulan karena banyaknya rahmat yang Allah SWT turunkan melampaui malam yang lainnya. Hal demikian dapat ditemukan pada ayat-ayat al-Qur’an, yang membahas mengenai Lailah al-Qadr terkhususnya dalam surat al-qadr. Selanjutnya untuk dapat mengungkap makna hakikat dari Lailah al-Qadr berdasarkan perspektif sufistik maka penelitian ini menggunakan analisis dari kitab bercorak sufi yang berjudul Tafsir Al-Jailani karya Syekh Abdul Qadir Al- Jailani.Pembahasan rumusan masalah pada penelitian ini yakni, pertama, Mendeskripsikan penafsiran dari Syekh Abdul Qadir al-Jailani mengenai Lailah al-Qadr dalam surat al-Qadr. Kedua, mendeskripsikan korelasi Lailah al-Qadr dengan turunnya al-Qur’an menurut Syekh Al-Jailani. Jenis penelitian yang digunakan dalam pembahasan skripsi ini yaitu library research dan juga kualitatif yang bersifat deskriptif. Kemudian untuk analisis dalam mendeskripsikan konsep Lailah al-Qadr perspektif al-Jailani menggunakan metode maudhu’i (tematik) dan juga pendekatan tasawuf. Hasil penelitian ini berdasarkan dari rumusan masalah yakni sebagai berikut: (1) Syekh Abdul Qadir al-Jailani menyebutkan bahwa malam Lailah al-Qadr ini mempunyai dua arti, yakni malam keagungan dan malam kepastian. Lailah al-Qadr terjadi di 10 malam terakhir bulan Ramadhan. Tetapi Syekh Al-Jailani lebih cenderung pada malam ke 27. Kecenderungan tersebut dikuatkan oleh dua dalil: dalil pertama, yakni hadis nabi dari Umar bin Khattab ra.. Dalil kedua, didasarkan pada argumen Ibnu Abbas yakni dalil yang sekaligus simbiolisme sufisme tentang angka 7, yang menegaskan bahwa segala hal berporos pada angka 7. (2) pembahasan mengenai korelasi, penulis mengumpulkan ayat-ayat tentang Lailah al-Qadr dan turunnya al-Qur’an, yakni, Q.S Al-Qadr ayat 1-5, Q.S Al-Baqarah ayat 185, Q.S Al-Anfal ayat 41, Q.S Ad-Dukhan ayat 3-4 dan yang terakhir Q.S As-Syu’ara ayat 192-193. Sehingga dapat disimpulkan diantara Lailah al-Qadr dengan turunnya al-Qur’an mempunyai hubungan yang erat, Dimana diantara ayat-ayat tersebut tidak ada yang bertentangan satu sama lainnya, baik ayat tentang turunnya al-Qur’an ataupun Lailah al-Qadr saling berkesinambungan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Maghfiroh, Analoeyafi2@gmail.comE93219077
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorYardho, Mohammadmyardho@gmail.com2110068501
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Keywords: Lailah al Qadr; Surat al Qadr; Tafsir al Jailani; Syekh Abdul Qadir al Jailani
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ana Maghfiroh
Date Deposited: 29 Jan 2024 01:03
Last Modified: 29 Jan 2024 01:03
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/67721

Actions (login required)

View Item View Item