Konsep kebahagiaan Erbe Sentanu dan Martin Seligman

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ulya, Nabilah Naivatul (2024) Konsep kebahagiaan Erbe Sentanu dan Martin Seligman. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nabilah Naivatul Ulya_07040620087 OK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Nabilah Naivatul Ulya_07040620087 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 March 2027.

Download (2MB)

Abstract

Kebahagiaan merupakan hal yang fundamental bagi kehidupan manusia. Setiap orang menginginkan kehidupan yang bahagia, bermakna, dan memuaskan. Namun, banyak orang salah dalam memahami hakikat kebahagiaan sehingga mereka mencari kebahagiaan dengan cara yang salah. Banyak orang di era modern menganggap kebahagiaan bersifat materialistik sehingga memiliki sikap hedonis. Tentunya hal ini juga dapat menimbulkan dampak negatif. Oleh karenanya, penulis mencoba untuk menguraikan konsep kebahagiaan dari tokoh penggagas quantum ikhlas dan psikologi positif, Erbe Sentanu dan Martin Seligman. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep kebahagiaan dijelaskan oleh Erbe Sentanu? Bagaimana konsep kebahagiaan dijelaskan oleh Martin Seligman? Bagaimana cara meraih kebahagiaan menurut Erbe Sentanu dan Martin Seligman? Bagaimana perbandingan antara konsep kebahagiaan menurut Erbe Sentanu dan Martin Seligman? Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka (library research). Hasil dari penelitian ini adalah konsep kebahagiaan dari Erbe Sentanu dan Martin Seligman memiliki kesamaan dan perbedaan. Kebahagiaan menurut Erbe Sentanu adalah fitrah manusia sebagai makhluk sempurna. Manusia akan merasa bahagia ketika selaras dengan tuntunan Tuhan. Tuntunan berupa bisikan ilahi melalui hati, nurani, dan jiwa. Konsep authentic happiness Martin Seligman menekankan bahwa kebahagiaan sejati melibatkan emosi positif, keterlibatan, hubungan, makna, dan pencapaian. Seligman menjelaskan bahwa untuk mencapai kebahagiaan sejati memerlukan tiga dimensi yaitu hidup yang menyenangkan, hidup yang baik, dan hidup yang bermakna. Menurut Seligman, setiap orang dapat mencapai kebahagiaan melalui usaha untuk mengembangkan karakter positif dan kekuatan untuk mengabdikan diri demi sesuatu yang lebih besar sehingga mendapatkan hidup yang bermakna. Keduanya setuju bahwa emosi positif dan tujuan hidup yang jelas merupakan kunci untuk meraih kebahagiaan. Hubungan sosial, kesehatan, dan agama juga mempengaruhi kebahagiaan. Namun Sentanu berpendapat bahwa kebahagiaan melekat pada diri manusia sedangkan Seligman menekankan bahwa kebahagiaan harus dicapai melalui usaha. Indikator utama kebahagiaan menurut Sentanu adalah keseimbangan hidup berdasarkan tuntunan Tuhan sedangkan menurut Seligman adalah memiliki kehidupan yang menyenangkan, baik, dan bermakna.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ulya, Nabilah Naivatulevanabilah05@gmail.com07040620087
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorFauziyah, Nailatinnailatin.fauziyah@uinsa.ac.id2012067403
Subjects: Psikologi
Pemikiran
Tasawuf
Spiritualisme
Keywords: Kebahagiaan; Erbe Sentanu; Martin Seligman; Quantum Ikhlas; Psikolgi Positif
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tasawuf dan Psikoterapi
Depositing User: Nabilah Naivatul Ulya
Date Deposited: 22 Mar 2024 02:02
Last Modified: 22 Mar 2024 02:02
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/69060

Actions (login required)

View Item View Item