افتراض المسبق في المسرحية "قطط و فيران" لعلي أحمد باكثير (بحث تداولي)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nabila, Putri Cantika Annuriya (2024) افتراض المسبق في المسرحية "قطط و فيران" لعلي أحمد باكثير (بحث تداولي). Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Putri Cantika_03020120064 OK.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Putri Cantika_03020120064 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 28 March 2027.

Download (3MB)

Abstract

Fokus permasalahan yang dikemukakan dalam penelitian ini terdapat 3 rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana isi cerita dalam drama Qithot Wa Fiiron Karya Ali Ahmad Bakatsir (2) Apa saja bentuk praanggapan drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir (3) Apa makna dari praanggapan yang terdapat dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir. Untuk menganalisis permasalahan tersebut peneliti menggunakan kajian pragmatik, karena praanggapan merupakan salah satu cabang kajian prgmatik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah (1) Mengetahui isi cerita dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir (2) Mengetahui bentuk praanggapan dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir (3) Menjelaskan makna praanggapan yang terdapat dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif, karena penjelasan dalam penelitian ini bersifat terurai dari data analisis dan kesimpulan. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kata dan kalimat dalam bentuk kutipan percakapan dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir. Temuan hasil dari penelitian menunjukan bahwa : (1) Isi cerita dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir yaitu (a) tema dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir adalah tentang pasangan suami istri yang sedang diterpa masalah rumah tangga. (b) Tokoh utama dalam drama ini adalah Adil dan Samiyah, Sedangkan tokoh pembantu adalah Rodhi, Ramzi dan Nafisah.(c) Alur dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir adalah alur maju, karena serangkaian peristiwa dalam drama ini dimulai secara teratur dari awal hingga akhir cerita. Babak pertama dalam drama ini dimulai dengan teman adil yang bernama ramzi bercerita bahwa dia telah menceraikan istrinya karena boros dan tidak bisa menyeimbangkan keuangan dalam keluarganya. Lalu adil juga bercerita bahwa dia lebih menderita dari pada ramzi karena istri adil yang bernama samiyah yang tidak pernah melayaninya sebagai suami dan gila akan uang serta pekerjaannya.Babak kedua merupkan puncak konflik antara adil dan samiyah. Adil yang sudah tidak tahan dengan perlakuan samiyah. Adil berniat ingin menceraikan Samiyah. Akan tetapi karena cintanya dengan Samiyah dia berniat untuk membunuh Samiyah saja agar tidak ada seorang laki-laki pun yang bisa mendampinginya di kemudian hari. Kemudian Adil tidak bisa membunuh Samiyah karena besarnya cinta adil pada Samiyah dan melampiaskan kemarahannya dengan membunuh seekor ayam. Pada babak ketiga setelah Radhi dan Nafisah memberi nasihat pada Adil dan Samiyah. Mereka mulai sadar dan kembali bersama. Mereka mulai memikirkan keadaan satu sama lain dan lebih mementingkan keluarga dari pada kegoisan masing-masing.(d) Pesan moral yang ingin disampaikan Ali Ahmad Bakatsir drama Qithot Wa Fiiron terhadap pembaca yaitu hargailah orang-orang disekitarmu yang mencintaimu dan berkomunikasilah atas masalah yang terjadi agar kita tidak menyesal di kemudian hari. Nilai-nilai yang bisa dijadikan pelajaran dalam drama ini adalah : sikap jujur pada diri sendiri dan juga pada orang lain, kesabaran atas masalah yang menimpa dan menahan amarah, serta larangan mengikuti hawa nafsu. (2) Bentuk praanggapan dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir ini terdapat 60 data yang diambil masing masing 10 data dalam 6 bentuk praanggapan yaitu : Praanggapan eksistensial terdiri dari 8 data yang menunjukan nama orang dan 2 yang menunujukan nama benda. Praanggapan faktif terdiri dari 3 ditandai dengan kata ‘alima, 2 dengan kata daroka, 2 dengan kata faroha, 1 dengan kata asifa, 2 dengan kata daro. Praanggapan leksikal terdiri dari 1 dintandai dengan kata ta’akhoro, 1 dengan tanda shoro+fi’il mudhori’, 1 dengan tanda ashbaha+fi’il mudhori’,1 dengan tanda akhodza+fi’il mudhori’, 5 dengan kata bada’a, 1 dengan kata khawala. Praanggpan struktural terdiri dari 3 ditandai dengan kata tanya mataa, 4 dengan kata tanya limadza, 2 dengan kata tanya aina, 1 dengan kata minman, praanggapan non faktif terdiri dari 5 ditandai dengan kata ka’anna, 1 dengan kata khoola, 2 dengan kata tadhooharo, 1 dengan kata khalima, 1 dengan kata yatashowwaru dan 10 praanggapan konterfaktual yang ditandai dengan huruf lau. (3) Makna praanggapan terdapat dalam drama Qithot Wa Fiiron karya Ali Ahmad Bakatsir antara lain makna yang menunjukan makna orang, makna yang menunjukan nama benda, makna yang menujukan suatu fakta atau berita yang benar, makna yang diketahui dengan tuturan yang dipertegas, makna yang diungkapkan melalui pertanyaan, makna yang ambigu dan makna yang bertolak belakang dengan pernyataannya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nabila, Putri Cantika Annuriyaputricantika2412@gmail.com03020120064
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMasyhud, Fathinfathinmasyhud@uinsby.ac.id2014057602
Thesis advisorAlindah, Luthfiyaha_lindah@yahoo.com--
Subjects: Bahasa Arab
Sastra
Dongeng
Keywords: Praanggapan; Pragmatik; Drama Qithot Wa Fiiron
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Bahasa dan Sastra Arab
Depositing User: Putri Cantika Annuriya Nabila
Date Deposited: 28 Mar 2024 01:25
Last Modified: 28 Mar 2024 01:25
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/69207

Actions (login required)

View Item View Item