Analisis hukum islam terhadap jual beli tanah kavling di Desa Metatu Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anisa, Lailatul (2024) Analisis hukum islam terhadap jual beli tanah kavling di Desa Metatu Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Lailatul Anisa_C92217145 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Lailatul Anisa_C92217145 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 April 2027.

Download (4MB)

Abstract

Manusia, sebagai makhluk sosial, memiliki hubungan erat dengan sesama dan Allah Swt. Al-Qur'an dan as-Sunnah menjadi pedoman utama dalam kehidupan seorang muslim. Dalam keberagaman kebutuhan hidup, kegiatan muamalah, seperti jual beli, memiliki peran vital. Jual beli tanah kavling di Desa Metatu, yang awalnya berupa sawah dan tambak, kini melibatkan pengurukan dan fungsi yang beragam. Namun, praktik jual beli tanah kavling di Desa Metatu menimbulkan ketidakjelasan terkait ukuran tanah yang diterima oleh pembeli setelah pelunasan. Skripsi ini menjawab pertanyaan yang dituangkan dalam dua rumusan masalah: bagaimana praktik jual beli tanah kavling di Desa Metatu; dan bagaimana analisis hukum islam terhadap praktik jual beli tanah kavling tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan atau field research. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi langsung dan wawancara dengan para pelaku transaksi. Selanjutnya, data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara menuturkan, menguraikan, dan menjelaskan data yang terkumpul untuk memahami lebih dalam aspek-aspek praktik jual beli tanah kavling di Desa Metatu. Temuan penelitian menunjukkan sejumlah kesesuaian praktik jual beli tanah kavling dengan syarat dan rukun jual beli menurut Mazhab Maliki dan prinsip-prinsip hukum Islam, seperti persyaratan subjek, kepemilikan sebelumnya, dan komitmen terhadap kejelasan harga. Namun, terdapat ketidakjelasan mengenai batas tanah dan hasil akhir pembelian setelah pelunasan, menciptakan ketidakpastian yang bertentangan dengan prinsip kejelasan objek transaksi dalam hukum Islam. Selain itu, praktik ini mengandung unsur ketidakjelasan atau ketidakpastian dengan objek transaksi, yang tidak sejalan dengan prinsip-prinsip hukum Islam yang menekankan kejelasan dan ketentuan yang pasti dalam setiap transaksi ekonomi. Berdasarkan temuan-temuan tersebut, maka peneliti menyarankan agar pembeli dan penjual membuat perjanjian tertulis secara rinci yang mencakup batas-batas tanah, jangka waktu pembayaran, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak. Dan untuk menjamin transparansi dan keadilan dalam jual beli tanah kavling di Desa Metatu, disarankan untuk melibatkan pihak ketiga yang netral.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anisa, Lailatullailatulanisa8@gmail.comC92217145
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSumarkan, Sumarkan--2010086401
Subjects: Hukum Islam
Jual Beli
Keywords: Jual Beli; Tanah Kavling; jual beli tanah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Lailatul Anisa
Date Deposited: 24 Apr 2024 01:22
Last Modified: 24 Apr 2024 01:22
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/69548

Actions (login required)

View Item View Item