Pandangan al Qur’an terhadap tren waithood dalam tafsir al Sha’rawi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Tsuroyya, Nabilatus (2024) Pandangan al Qur’an terhadap tren waithood dalam tafsir al Sha’rawi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nabilatus Tsuroyya_07040320139.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Nabilatus Tsuroyya_07040320139_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 July 2027.

Download (2MB)

Abstract

Penafsiran al-Qur’an terus berkembang seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan dalam kehidupan masyarakat karena al-Qur’an merupakan pedoman bagi umat Islam. Seiring berjalannya waktu, perkembangan sosial terus mengalami banyak perubahan dari masa ke masa yang dapat merubah kehidupan sosial. Hal tersebut merupakan salah faktor yang mempengaruhi fenomena waithood di Indonesia. Jika diurai dari konsep waithood terdapat beberapa ulama ulama kontemporer yang membahas tentang waithood salah satunnya al-Sha’rawi, dalam tafsirnya terdapat beberapa ayat al-Qur’an yang membahas tren tersebut. Penelitian ini membahas tentang pandangan al-Qur’an terhadap tren waithood dalam tafsir al-Sha’rawi. Fokus penelitian ini adalah (1) Bagaimana pandangan al-Sha’rawi terhadap tren waithood (2) Bagaimana kontekstualisasi tren waithood dalam pandangan al-Sha’rawi di Kehidupan Saat Ini. Terdapat berbagai metode yang digunakan untuk menafsirkan al-Qur’an guna mempermudah pemahaman, dalah satunya adalah metode maudhui . Metode pendekatan tafsir yang mencari jawab al-Qur’an dengan cara mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an yang mempunyai tujuan satu. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan metode deskripstif-analitis. Hasil penelitian ini, secara keseluruhan pandangan qur’an terhadap tren waithood dengan menggunakan penafsiran al-Sha’rawi al-Qur’an surah al-Nur ayat 32, 33 dan al-Rum ayat 21. Namun, jika dilihat dari penafsirannya dalam surah al-Nur ayat 32 sekan al-Sha’rawi tidak menyetujui waithood. Akan tetapi dalam surah al-Rum ayat 21 pendapat al-Sha’rawi objektif karena di dalam pernikahan terdapat beberapa aspek yang harus dipersiapkan terutama dalam mental dan kedewasaan untuk menciptakan rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah dan dapatmeminimalisir angka perceraian.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Tsuroyya, Nabilatusnabilatustsuroyya05@gmail.com07040320139
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorYamani, Abu Bakarabubakaryamani@yahoo.com2004047303
Subjects: Biografi
Dakwah > Dakwah, Media
Keywords: Waithood; al Qur’an; al Sha’rawi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Nabilatus Tsuroyya
Date Deposited: 18 Jul 2024 08:01
Last Modified: 18 Jul 2024 08:01
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/71673

Actions (login required)

View Item View Item