This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Rizqulloh, Akhmad Aufa (2026) Analisis hukum pidana islam dan hukum positif terhadap anak sebagai pengedar narkotika: studi putusan nomor 00/pid.sus-anak/2022/pn.crp. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Muhammad A'an Khunaifi_07020322056.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Muhammad A'an Khunaifi_07020322056_Full.pdf Restricted to Repository staff only until 14 January 2029. Download (1MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya keterlibatan anak sebagai pelaku tindak pidana narkotika, khususnya sebagai pengedar, yang menimbulkan dilema antara penegakan hukum dan perlindungan hak anak. Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika cenderung bersifat represif, sedangkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menekankan pendekatan keadilan restorative dan diversi. Permasalahan penelitian ini dirumuskan pada bagaimana pertanggungjawaban pidana anak sebagai pengedar narkotika menurut hukum positif dan hukum pidana Islam, serta bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, pendekatan kasus, dan pendekatan komparatif. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan dan putusan pengadilan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, serta bahan hukum tersier. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana anak sebagai pengedar narkotika dalam hukum positif masih menitikberatkan pada pemidanaan penjara, sehingga berpotensi mengabaikan prinsip perlindungan anak. Dalam perspektif hukum pidana Islam, perbuatan tersebut termasuk Jarīmah Ta‘zīr yang menempatkan kemaslahatan dan pembinaan anak sebagai tujuan utama, bukan semata-mata pembalasan. Penelitian ini menyarankan agar aparat penegak hukum dan hakim lebih mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak dengan memaksimalkan pendekatan restorative dan pembinaan. Selain itu, diperlukan harmonisasi antara hukum positif dan nilai-nilai hukum Islam agar pemidanaan terhadap anak pengedar narkotika lebih berorientasi pada rehabilitasi dan pencegahan kejahatan di masa depan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Narkotika Hukum Islam > Pidana Positif |
||||||||
| Keywords: | Pengedar; narkotika | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam | ||||||||
| Depositing User: | Akhmad Aufa Rizqulloh | ||||||||
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 06:34 | ||||||||
| Last Modified: | 14 Jan 2026 06:34 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/78401 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
