Tinjauan hukum Islam terhadap akad pembiayaan mudharabah dengan sistem kelompok di Balai Usaha Mandiri Terpadu (BMT) Kube Sejahtera Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Alqomaidah, Rihayati (2009) Tinjauan hukum Islam terhadap akad pembiayaan mudharabah dengan sistem kelompok di Balai Usaha Mandiri Terpadu (BMT) Kube Sejahtera Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (636kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (9kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (11kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (102kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (128kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (69kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (95kB) | Preview
[img]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (13kB) | Preview
[img]
Preview
Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (14kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan yang berjudul Tinjauan Hukum Islam Terhadap Akad Pembiayaan Mudharabah Dengan Sistem Kelompok di Balai Usaha Mandiri Terpadu (BMT) Kube Sejahtera Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo. Skripsi ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana akad pembiayaan mud}arabah dengan sistem kelompok di balai usaha mandiri terpadu (BMT) Kube Sejahtera Desa Tropodo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo dan bagaimana tinjauan hukum islam terhadap masalah tersebut. Data penelitian ini diperoleh melalui interview (wawancara) dengan pengelola BMT Kube Sejahtera yang berkaitan dengan akad mud}arabah, selanjutnya hasil penelitian di analisis dengan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif yakni penjabaran secara umum tentang pembiayaan mudharabah dengan sistem kelompok untuk ditarik kesimpulan khusus dalam kaitannya dengan hukum islam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa proses transaksi akad perjanjian pembiayaan mudharabah dengan sistem kelompok di balai-usaha mandiri terpadu (BMT) Kube Sejahtera adalah nasabah yang melakukan akad harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan biaya yang diajukan oleh pihak BMT. Dan akad perjanjian pembiayaannya atas nama individu bukan atas nama kelompok, tetapi berdasarkan rekomendasi dari setiap anggota kelompok yang lain, serta disetujui oleh ketua kelompoknya. Sehingga apabila ada salah satu anggota yang tidak bisa mengangsur pembiayaannya, maka akan ditanggung bersama oleh kelompoknya. Tetapi selama seluruh kelompok masih menanggung pembiayaannya, mereka tidak boleh mengambil pembiayaan sebelum lunas pembiayaan yang ditanggungnya tersebut. Sehingga seluruh anggota merasa dirugikan. Tinjauan hukum Islam terhadap akad pembiayaan mud}arabah dengan sistem kelompok di BMT Kube Sejahtera tidak diperbolehkan (tidak sah) karena akad tersebut merugikan salah satu pihak dari semua anggota kelompok yang mengajukan pembiayaan mudharabah sehingga mengandung unsur kedzaliman. Sejalan dengan kesimpulan tersebut, maka kepada pihak BMT diharapkan supaya dapat meningkatkan SDM-nya agar dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peranan lembaga keuangan yang menggunakan prinsip syariah. Mudharib juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonominya sebelum mengambil pembiayaan sehingga tidak terjadi wanprestasi karena tidak mampu membayar angsuran pembiayaan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Alqomaidah, RihayatiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Muamalat Muamalah
Keywords: Mudharabah; Balai Usaha Mandiri Terpadu (BMT)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Nov 2009
Last Modified: 17 Oct 2018 06:34
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/7931

Actions (login required)

View Item View Item