Transplantasi organ pasien lintas agama: telaah kritis keputusan munas NU Ke-1 dan keputusan tarjih Muhammadiyah dalam perspektif maqāṣid al-Syarī‘ah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Huda, Nur Isna Rofiatul (2025) Transplantasi organ pasien lintas agama: telaah kritis keputusan munas NU Ke-1 dan keputusan tarjih Muhammadiyah dalam perspektif maqāṣid al-Syarī‘ah. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nur Isna Asyrof 'Ali Syubbana Rofiatul Huda_05010522011.pdf

Download (3MB)
[img] Text
Nur Isna Asyrof 'Ali Syubbana Rofiatul Huda_05010522011_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 5 January 2029.

Download (3MB)

Abstract

Perkembangan teknologi kedokteran modern menghadirkan transplantasi organ sebagai solusi penyelamatan jiwa, namun dalam praktiknya memunculkan dilema hukum Islam yang kompleks, khususnya ketika melibatkan donor dan penerima yang berbeda agama. Konteks keindonesiaan menjadikan pandangan dua ormas Islam terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, menjadi rujukan utama. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan hukum Munas NU dan Keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah mengenai transplantasi organ lintas agama serta menganalisisnya dalam perspektif Maqāṣid al-Syarī‘ah guna menemukan titik temu yang kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perbandingan (comparative study) dan studi konseptual (conceptual approach). Sumber data primer meliputi dokumen resmi Keputusan Munas Alim Ulama NU dan Keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur kitab turats, buku, jurnal, dan karya ilmiah terkait. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan berpedoman pada kerangka Maqāṣid al-Syarī‘ah, khususnya prinsip ḥifẓ al-nafs (menjaga jiwa) dan ḥifẓ al-dīn (menjaga agama). Hasil penelitian mengungkap perbedaan fundamental dalam metode istinbāṭ dan prioritas maqāṣid. Muhammadiyah, dengan pendekatan ijtihād istislāḥī yang medis-progresif, menetapkan kerangka hukum yang secara substantif membuka ruang kebolehan bagi transplantasi lintas agama dengan menekankan ḥifẓ al-nafs dan solidaritas kemanusiaan universal (al-insāniyyah al-‘āmmah). Sebaliknya, NU dengan pendekatan bayani-taḥaffuẓī yang berpegang pada turats fikih, menetapkan hukum asal haram. Kebolehan (mubah) hanya diberikan sebagai pengecualian dalam kondisi ḍarūrah muṭlaqah yang ketat dan terbatas bagi sesama Muslim, dengan prioritas pada ḥifẓ al-dīn dan ḥurmat al-mayyit. Titik temu kedua pandangan ditemukan dalam konsep Sistem Prioritas Berjenjang, yang mengintegrasikan Jalur Prioritas (donor seagama) dan Jalur Darurat (transplantasi lintas agama) dengan protokol ketat. Berdasarkan temuan penelitian, kepada otoritas keagamaan (MUI, NU, Muhammadiyah) disarankan untuk berkolaborasi merumuskan pedoman fatwa bersama. Kepada rumah sakit dan asosiasi profesi medis disarankan menyusun protokol klinis yang mengadopsi Sistem Prioritas Berjenjang, dilengkapi dengan panduan informed consent spesifik dan mekanisme pendampingan spiritual lintas agama. Kepada pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, disarankan untuk membangun sistem registrasi donor organ nasional yang terintegrasi dan sensitif terhadap data keagamaan, serta menerbitkan regulasi yang menjamin penghormatan terhadap tata cara pengurusan jenazah dari semua keyakinan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Huda, Nur Isna Rofiatulnurisnaalisyubana@gmail.com05010522011
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHamidy, Abu Dzarrin Aladzarrin2015@gmail.com2004067302
Subjects: Perbandingan Madzhab
Keywords: Transplantasi organ; maqāṣid al-syarī‘ah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Nur Isna Rofiatul Huda
Date Deposited: 05 Jan 2026 04:18
Last Modified: 05 Jan 2026 04:18
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85539

Actions (login required)

View Item View Item