This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Jauharoh, Indi Aula (2025) Kezaliman fir’aun dalam tafsir al-munir perspektif fungsionalisme struktural Talcott Parson. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Indi Aula Jauharoh_02240523011 OK.pdf Download (4MB) |
|
|
Text
Indi Aula Jauharoh_02240523011 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 30 December 2028. Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemahaman terhadap kisah-kisah dalam Al-Qur’an, khususnya kisah Fir’aun, sebagai media pembelajaran sosial dan refleksi terhadap ketimpangan kekuasaan. Dalam konteks ini, kezaliman Fir’aun bukan hanya fenomena historis, tetapi mencerminkan sistem sosial yang menindas dan relevan dengan realitas kontemporer. Masih minimnya kajian tafsir yang mengintegrasikan analisis sosiologis, khususnya pendekatan struktural fungsional Talcott Parsons, menunjukkan adanya gap dalam studi tafsir tematik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penafsiran terhadap kezaliman Fir’aun dalam Tafsir al-Munir karya Wahbah az-Zuhaili melalui perspektif teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons serta mengontekstualisasikannya dalam fenomena sosial masa kini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research), dan analisis deskriptif-analitis. Data diperoleh dari ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Fir’aun dan ditafsirkan oleh Wahbah az-Zuhaili, kemudian dianalisis menggunakan empat fungsi sistem sosial Parsons: adaptasi (A), pencapaian tujuan (G), integrasi (I), dan pemeliharaan pola (L). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem sosial yang dibangun Fir’aun didominasi oleh kekuasaan tiranik yang tidak memenuhi fungsi ideal dalam teori Parsons. Struktur sosial era Fir’aun cenderung represif, tidak memberikan ruang integrasi sosial yang adil, serta menghambat keseimbangan antara norma dan kekuasaan. Tafsir al-Munir secara eksplisit menggambarkan bentuk-bentuk kezaliman Fir’aun, baik dalam aspek politik, sosial, maupun ideologis. Temuan ini memperkuat relevansi nilai-nilai Al-Qur’an sebagai kritik sosial dan panduan moral bagi masyarakat modern. Kesimpulannya, kezaliman Fir’aun sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir al-Munir mencerminkan disfungsi sistem sosial menurut kerangka Parsons, dan sekaligus menjadi peringatan akan bahaya kekuasaan yang absolut. Implikasinya, tafsir Al-Qur’an harus terus dikontekstualisasikan dengan pendekatan interdisipliner agar mampu memberikan solusi atas problematika sosial kontemporer.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Masters) | ||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||||||
| Contributors: |
|
||||||||||||
| Subjects: | Al Qur'an Sosiologi > Sosiologi Agama Agama > Agama dan Ilmu Pengetahuan |
||||||||||||
| Keywords: | Kezaliman Fir’aun; Tafsir al-Munir; Talcott Parsons; Fungsionalisme Struktural; Sosiologi Al-Qur’an | ||||||||||||
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir | ||||||||||||
| Depositing User: | indi aula jauharoh | ||||||||||||
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 04:59 | ||||||||||||
| Last Modified: | 30 Dec 2025 04:59 | ||||||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85564 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
