This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Albertsy, Ermuchoriq Fikri (2025) Perspektif fikih muamalah dan kompilasi hukum ekonomi syariah terhadap pesanan pakaian dengan sistem karungan: studi kasus Toko Boomround Sidoarjo dan Distributor Bang Ferry Bandung. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
|
Text
Ermuchoriq Fikri Albertsy_05040222113 OK.pdf Download (5MB) |
|
|
Text
Ermuchoriq Fikri Albertsy_05040222113 Full.pdf Restricted to Repository staff only until 31 December 2028. Download (5MB) |
Abstract
Praktik jual beli pakaian bekas dengan sistem karungan merupakan fenomena bisnis yang umum, namun seringkali memicu sengketa akibat ketidakjelasan kondisi dan kualitas barang. Studi kasus ini berfokus pada transaksi antara Toko Boomround Sidoarjo dan Distributor Bang Ferry Bandung, di mana pihak pembeli (Toko Boomround) merasa dirugikan karena menerima pakaian tidak layak jual, yang bertentangan dengan perjanjian awal. Permasalahan ini menunjukkan adanya potensi pelanggaran terhadap prinsip keadilan dan kejelasan (gharar) dalam muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji status hukum akad tersebut dan bagaimana penyelesaian sengketanya ditinjau dari fikih muamalah dan kompilasi hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum empiris dengan penelitian studi dilapangan. Pendekatan yang digunakan adalah kajian sosiologis yuridis yang antara ketentuan kompilasi hukum ekonomi syariah dan kasus dilapangan. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan pemilik Toko Boomround dan pembeli, serta data sekunder dari literatur, dan analisis dokumen, khususnya kompilasi hukum ekonomi syariah dan referensi fikih muamalah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa akad yang digunakan, yaitu tidak memenuhi syarat sahnya akad karena mengandung gharar fahisy (ketidakjelasan yang parah). Objek akad (pakaian dalam karung) tidak memiliki spesifikasi yang jelas dari segi jenis, kualitas, dan kuantitas yang layak jual, sehingga menghilangkan unsur kerelaan (ridha) pembeli dan membuat akad menjadi rusak (fasid) dari perspektif fikih muamalah. Selain itu, praktik ini melanggar pasal kunci dalam kompilasi hukum ekonomi syariah, yakni Pasal 63 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah mengenai ketidaksesuaian barang yang diserahkan dan Pasal 101 Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah mengenai ketidakjelasan kualitas dan kuantitas barang. Sebagai solusi, direkomendasikan penyelesaian sengketa melalui jalur non- litigasi seperti perdamaian (ishlah) atau kekeluargaan. Namun, jika jalur tersebut gagal, pihak yang dirugikan dapat menuntut ganti rugi melalui jalur litigasi di Pengadilan Agama berdasarkan perspektif kompilasi hukum ekonomi syariah maupun fikih muamalah. Guna mencegah sengketa serupa di masa depan, pelaku usaha disarankan untuk menerapkan mekanisme yang lebih transparan, memberikan spesifikasi yang jelas, jaminan, dan membuat kontrak tertulis yang mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak secara seimbang dan berkelanjutan.
Statistic
Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Creators: |
|
||||||||
| Contributors: |
|
||||||||
| Subjects: | Hukum Islam Jual Beli |
||||||||
| Keywords: | Jual beli; Barang bekas; barang karungan | ||||||||
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah | ||||||||
| Depositing User: | Ermuchoriq Fikri Albertsy | ||||||||
| Date Deposited: | 01 Jan 2026 09:12 | ||||||||
| Last Modified: | 01 Jan 2026 09:12 | ||||||||
| URI: | http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85574 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
