Kearifan lingkungan tradisional dalam representasi ekosufisme: telaah penafsiran ayat tentang relasi spiritual dan ekologi dalam Tafsir Nusantara

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nabillah, Adinda Syofiyatun (2025) Kearifan lingkungan tradisional dalam representasi ekosufisme: telaah penafsiran ayat tentang relasi spiritual dan ekologi dalam Tafsir Nusantara. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Adinda Syofiyatun Nabillah_02050123032 OK.pdf

Download (2MB)
[img] Text
Adinda Syofiyatun Nabillah_02050123032 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2028.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan antara kearifan lingkungan masyarakat tradisional dengan nilai-nilai sufistik dalam Ayat-ayat Alquran yang berkaitan dengan ekologi dan spiritual dalam tafsir nusantara melalui kerangka konsep ekosufisme. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research), dengan mengkaji literatur-literatur terdahulu mengenai praktik ekologis masyarakat tradisional di Nusantara, seperti sasi laut, pranata mangsa, sedekah gunung, dan zonasi hutan adat. Praktik-praktik ini kemudian dianalisis relevansinya dengan kandungan empat ayat tentang ekologis dan spiritual dalam Alquran yaitu pada Q.S. al-Jāthiyah [45]: 2–4, Q.S. Āli ‘Imrān [3]: 190–191, Q.S. al-Mulk [67]: 15, dan Q.S. Yāsīn [36]: 35. Ayat-ayat tersebut dikaji melalui empat tafsir Nusantara: Tafsir al-Azhar karya Hamka, Tafsir al-Misbah karya M. Quraish Shihab, Tafsir al-Nur karya T.M. Hasbi Ash-Shiddieqy, dan Tafsir Tahlili Kementerian Agama RI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi sufistik tercermin dalam praktik kearifan lingkungan masyarakat tradisional seperti sasi laut, pranata mangsa, sedekah gunung, dan zonasi hutan adat, yang mengandung nilai-nilai takhalli, tahalli, dan tajalli. Sementara itu, tafsir Nusantara terhadap ayat-ayat ekologis menginterpretasikan alam sebagai kitab kauniyah yang memancarkan tanda-tanda Ilahi, serta menegaskan pentingnya zikir, fikir, amanah, dan syukur sebagai bentuk tanggung jawab ekologis. Integrasi antara dua entitas ini memperlihatkan bahwa ekosufisme bukanlah konsep asing, melainkan realitas yang telah lama hidup dalam spiritualitas dan budaya Nusantara. Penelitian ini menegaskan bahwa sinergi antara tafsir dan tradisi lokal dapat menjadi landasan konseptual dan praktis untuk membangun etika lingkungan hidup yang holistik dalam perspektif Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nabillah, Adinda Syofiyatundindanabilah71@gmail.com02050123032
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorYusuf, Kamalkamalyusuf@uinsa.ac.id2006067901
Thesis advisorSantoso, Agusagus.santoso@uinsby.ac.id2025087001
Subjects: Lingkungan Hidup
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Ekologi
Keywords: Ekosufisme; Kearifan Lingkungan Tradisional; Tafsir Nusantara.
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Adinda Syofiyatun Nabillah
Date Deposited: 31 Dec 2025 05:39
Last Modified: 31 Dec 2025 05:39
URI: http://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/85583

Actions (login required)

View Item View Item